Friday, October 30, 2020
Timur Tengah

Emir Kuwait meninggal dunia, Presiden Erdogan sampaikan belasungkawa

Emir Kuwait

TURKINESIA.NET – ANKARA. Presiden Recep Tayyip Erdoğan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Emir Kuwait Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah.

Dalam postingannya yang dibagikan menggunakan bahasa Arab dan Turki di akun Twitternya, Presiden Erdogan menulis “Saya berharap rahmat Allah atas Emir Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah dari Kuwait, yang saya sangat sedih mengetahui kematiannya dan atas nama bangsa Turki saya menyampaikan belasungkawa saya kepada rakyat dari bangsa yang bersahabat dan bersaudara, Kuwait.”

Sheikh Sabah Al Ahmad Al Sabah, Emir Kuwait meninggal dunia pada hari Selasa. Syekh Sabah akan digantikan oleh saudara tirinya, Putra Mahkota Syekh Nawaf Al Ahmad Al Sabah.

Sheikh Sabah, 91, telah dirawat di rumah sakit di AS sejak Juli. Kesehatannya telah menurun selama bertahun-tahun dan tiba-tiba jatuh sakit pada bulan Juli yang menyebabkan beliau menjalani rawat inap dan operasi cepat di Kota Kuwait di tengah pandemi virus corona yang sedang berlangsung.

Pihak berwenang tidak menyebutkan nama penyakitnya. Sebuah rumah sakit terbang C-17 Angkatan Udara AS kemudian membawa Sheikh Sabah dari Kuwait ke Rochester, Minnesota, rumah dari kampus unggulan Mayo Clinic. Pada 14 September, perdana menteri Kuwait telah memberi tahu kabinetnya bahwa kesehatan emir membaik.

Belasungkawa mengalir dari seluruh dunia Arab, dan beberapa negara di Teluk serta kawasan yang lebih luas mengumumkan masa berkabung.

“Hari ini kami kehilangan seorang kakak laki-laki dan seorang pemimpin yang bijaksana dan penuh kasih … yang berusaha keras untuk persatuan Arab,” kata Raja Yordania Abdullah dalam sebuah postingan Twitter.

Sheikh Sabah telah memerintah Kuwait, negara produsen minyak OPEC, sejak 2006 dan telah mengarahkan kebijakan luar negerinya selama lebih dari 50 tahun. Berkuasanya Sheikh Sabah yang merupakan sekutu setia AS sejak perang pimpinan Amerika mengusir pasukan pendudukan Irak, terjadi setelah parlemen dengan suara bulat memutuskan untuk menggulingkan pendahulunya, Sheikh Saad Al Abdullah Al Sabah yang sakit, hanya sembilan hari setelah pemerintahannya.

Namun sebagai Emir yang berkuasa di Kuwait, ia berjuang dengan perselisihan politik internal, dampak protes Musim Semi Arab tahun 2011 dan harga minyak mentah yang naik turun menjadikan anggaran nasional yang memberikan subsidi dari awal hingga akhir.

Sumber: Daily Sabah

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x