Selasa, Oktober 19, 2021
Bangsa Turk

Hari keenam pertempuran, Azerbaijan masih di atas angin, Armenia bersedia genjatan senjata

TURKINESIA.NET – BAKU. Tentara Azerbaijan membebaskan beberapa titik kritis di provinsi Aghdara barat dari pendudukan Armenia saat bentrokan perbatasan memasuki hari keenam dan Yerevan menyatakan kesiapan untuk bekerja dengan mediator untuk gencatan senjata.

Kementerian pertahanan Azerbaijan pada hari Jumat mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tentara memaksa tentara Armenia untuk mundur dari wilayah Jabrayil-Fuzuli. Beberapa bukit strategis di wilayah Madagiz Aghdara juga telah dibebaskan dari pendudukan, kata Kemenhan. Selama bentrokan malam, lima kendaraan lapis baja Armenia dihancurkan dan sejumlah besar tentara tewas, tambah pernyataan tersebut.

Keberhasilan di medan pertempuran dan pembebasan berbagai posisi strategis telah mendongkrak semangat juang dan tekad tentara Azerbaijan, tegasnya.

Dalam pernyataan terpisah, kementerian mengatakan bahwa desa-desa Azerbaijan di Hindiristan, Alibeyli, Ahmadaghali dan Safarli, di wilayah Aghdam, telah menghadapi beberapa serangan hebat oleh pasukan Armenia yang mengakibatkan kematian dan cedera warga sipil.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa Armenia telah melakukan serangan roket di wilayah Gorus Azerbaijan dan Baku akan membuat tanggapan pembalasan yang diperlukan.

Angkatan Bersenjata Azerbaijan menyita sejumlah besar senjata, amunisi, dan kendaraan milik militer Armenia dalam operasi pembebasan wilayahnya yang dicaplok. Menurut Anadolu Agency (AA), tentara Armenia melarikan diri dari posisi mereka menghadapi serbuan Azerbaijan, meninggalkan senjata dan kendaraan militer mereka. Di antara kendaraan militer yang disita adalah truk Ural model 2019 buatan Rusia.

Meskipun sebagian besar truk masih dapat digunakan, beberapa terkena bekas serangan. Sebagian besar senjata dan amunisi, termasuk senapan mesin, granat, peluncur roket, dan peluru berbagai senjata api juga buatan Rusia.

Pasukan Azerbaijan juga menyita beberapa dokumen milik tentara Armenia.

AS, Rusia, Prancis serukan gencatan senjata Azerbaijan-Armenia, Turki: Terlambat, penjajah harus tinggalkan tanah jajahannya

Bentrokan perbatasan pertama kali terjadi Minggu lalu ketika pasukan Armenia menargetkan pemukiman sipil Azerbaijan dan posisi militer yang menyebabkan korban.

Baca juga  Korban serangan senjata kimia Assad masih terus menanti keadilan

Parlemen Azerbaijan mengumumkan darurat militer di beberapa kota dan wilayahnya menyusul pelanggaran perbatasan Armenia dan serangan di Nagorno-Karabakh yang diduduki.

 

Armenia mengatakan siap berdialog dengan perantara

Armenia pada hari yang sama menyatakan kesiapan untuk bekerja dengan mediator internasional agar tercapai gencatan senjata dengan Azerbaijan.

Armenia “siap” terlibat dengan Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat, yang bersama-sama mengetuai kelompok mediator Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) terhadap konflik, “untuk membangun kembali rezim gencatan senjata,” kata kementerian luar negeri di Yerevan.

Kementerian memperingatkan bahwa meskipun mereka akan menyambut pembicaraan damai seperti itu, “agresi Azerbaijan terhadap Nagorno-Karabakh akan terus menerima tanggapan yang kuat dan tegas dari (Armenia).”

Prancis, Rusia, dan AS, ketua bersama Grup Minsk OSCE  yang dibentuk pada 1992 untuk menengahi konflik antara Azerbaijan dan Armenia atas wilayah pegunungan Nagorno-Karabakh di Kaukasus Selatan, menyerukan gencatan senjata segera pada Kamis.

Prancis dukung Armenia, Turki: Mereka mendukung penjajah!

 

‘Seruan untuk gencatan senjata tidak meyakinkan’

Menanggapi pernyataan Yerevan bahwa mereka akan bekerja dengan mediator, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar pada hari Jumat menyatakan bahwa “seruan gencatan senjata, yang tidak dapat memberikan solusi untuk kasus Azerbaijan yang sah di Nagorno-Karabakh, tidak tulus dan juga tidak meyakinkan.”

Hulusi Akar menegaskan kembali dukungan untuk Azerbaijan dalam mendapatkan kembali wilayahnya yang dicaplok.

Rusia mengatakan pada Kamis bahwa menteri luar negerinya Sergey Lavrov dan Menlu Turki Mevlüt Çavuşoğlu telah mengkonfirmasi melalui panggilan telepon bahwa mereka siap untuk “koordinasi yang erat” demi menstabilkan situasi di Nagorno-Karabakh.

Kementerian luar negeri Rusia mengatakan, keduanya menegaskan “kesiapan untuk koordinasi yang erat dari tindakan Rusia dan Turki demi menstabilkan situasi dengan tujuan mengembalikan penyelesaian konflik Nagorno-Karabakh ke jalur pembicaraan damai”.

Azerbaijan: Armenia telah aktifkan sistem rudal S-300, akan kami hancurkan

 

Baca juga  PBB dan AS desak Azerbaijan-Armenia hentikan pertempuran

Pernyataan diplomatik Rusia datang setelah Presiden Recep Tayyip Erdoğan mengatakan pada Kamis pagi bahwa gencatan senjata hanya mungkin jika pasukan yang didukung Armenia menarik diri dari wilayah pendudukan dan seluruh Azerbaijan.

Hubungan antara kedua negara bekas Soviet itu terus memanas sejak 1991 ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.

Empat resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) dan dua resolusi Majelis Umum PBB (UNGA), serta banyak organisasi internasional, menuntut penarikan pasukan pendudukan dari wilayah Azerbaijan.

Sumber: Daily Sabah

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Azhari
Azhari
1 year ago

Tidak ada gencatan senjata yang ada Armenia seger mengakhiri sikap sok kuasa di nagorno karabag dan semoga Azerbaijan tidak terpancing dan tetap tegas

Muhammad Nur
Muhammad Nur
1 year ago

Penarikan mundur semua tentara Armenia Pendudukan sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB dan Resolusi Majelis Umum PBB Adalah satu-satunya jalan Damai Permanen Azarbaijan vs Armenia.

error: Content is protected !!
2
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x