Friday, October 30, 2020
Kisah

Ibu dan putranya perbaiki belasan ribu mainan rusak untuk disumbangkan kepada anak-anak membutuhkan

TURKINESIA.NET – BURSA. Setelah menemukan mainan rusak yang dibuang begitu saja di depan tempat sampah tiga tahun lalu, kehidupan Muammer Kavazoğlu berubah arah.  Agen real estat ini memutuskan untuk memperbaikinya untuk diberikan kepada seorang anak yang membutuhkan. Ia selalu tertarik pada kegiatan sosial.

Idenya untuk memperbaiki mainan rusak agar bisa disumbangkan kepada anak-anak, mendapat dukungan di media sosial. Warga mengiriminya mainan bekas yang rusak untuk diperbaiki dan disumbangkan kepada anak-anak yatim piatu atau anak-anak dari keluarga miskin.

Dalam tiga tahun, Kavazoğlu telah menjangkau lebih dari 11.000 anak dengan program “ATMA” (Jangan dibuang). Namun, program itu tidak akan mungkin terjadi tanpa bantuan ibunya. Saat dia bekerja memperbaiki mainan elektronik dan plastik di salah satu sudut gudang yang dia sewa, ibunya yang berusia 75 tahun, Şükriye Kavazoğlu, memperbaiki boneka dan mainan di sudut lain.

Kisah bocah pengungsi Afghanistan yang tinggal di Turki, kejar impian jadi dokter

Kampanye mereka menarik ratusan klik di media sosial, dan orang-orang dari seluruh wilayah serta negara lain mulai mengirimkan mainan lama ke gudang miliknya di Orhangazi, kampung halaman keluarganya di provinsi barat laut Bursa.

“Sekarang kami bekerja untuk dua badan amal yang akan mengirimkan 600 mainan yang akan kami perbaiki untuk anak-anak yang membutuhkan. Kami ingin menjangkau sebanyak 1 juta anak,” kata Kavazoğlu kepada Anadolu Agency (AA) pada hari Jumat.

Keluarga tersebut senang membantu anak-anak tetapi mengatakan mereka sekarang membutuhkan sponsor untuk menutupi pengeluaran mereka. “Dua perusahaan membayar sewa dan koneksi internet selama satu tahun tetapi kontrak kami berakhir. Kami sekarang butuh sponsor,” katanya.

 

Gadis “kaki kaleng” Suriah yang ditolong Turki kini bisa berjalan sendiri ke sekolah

Meski begitu, Kavazoğlu bertekad untuk terus memperbaiki mainan selama dia bisa, kecuali senjata mainan. “Saya tidak ingin anak-anak bermain-main dengan ini. Kalau orang mengirimi saya senjata mainan, saya gunakan sebagai suku cadang untuk memperbaiki mainan lain,” katanya.

Şükriye Kavazoğlu mengatakan pekerjaan mereka dihormati dan banyak orang menelepon untuk berterima kasih. “Saya bisa memperbaiki sebanyak enam mainan sehari. Saya bekerja sangat keras karena membuat anak-anak bahagia membuat saya bahagia juga,” katanya.

Sumber: Daily Sabah

 

Orangtua mereka dipenjara China, anak-anak Uighur di Turki kisahkan kepedihan hidup

5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x