Friday, October 30, 2020
EkonomiTimur Tengah

Kuatkan perdagangan, ratusan pengusaha Turki dan Libya berkumpul di Istanbul

TURKINESIA.NET – ISTANBUL. Pengusaha Turki dan Libya yang berkumpul dalam forum Bisnis Libya-Turki di Istanbul berbagi pesan yang kuat tentang kerja sama ekonomi dan perdagangan.

Para pebisnis Turki dan Libya berkumpul sebagai bagian dari acara bisnis yang diselenggarakan oleh Dewan Hubungan Ekonomi Luar Negeri (DEIK) Turki pada 15-16 Oktober.

Pejabat Turki dan Libya, sektor swasta dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) bergabung dalam acara tersebut yang diharapkan dapat berkontribusi pada hubungan bisnis bilateral.

Dalam pembukaan acara tersebut, pembicara dari kedua negara menegaskan bahwa Turki dan Libya memiliki potensi untuk lebih merealisasikan kegiatan perdagangan.

Dalam acara tersebut telah ditandatangani kesepakatan untuk meningkatkan hubungan perdagangan bilateral antara DEIK dan Federasi Umum Kamar Dagang dan Industri Libya.

Mohammad Abdul Karim Raied, kepala Federasi Umum Kamar Dagang dan Industri Libya, mengatakan Turki dan Libya sedang melalui masa-masa penting di wilayah mereka.

Kedua negara memiliki volume perdagangan yang besar, dan itu akan berkembang dari hari ke hari, katanya.

Pada 2010, volume perdagangan bilateral Turki-Libya, termasuk proyek konstruksi dan infrastruktur, mencapai 10 miliar USD, kata Raied.

Kerja sama ini sangat penting, juga untuk masa depan dan keberlanjutan Libya, dan hanya bisa menjadi lebih kuat melalui investor, katanya.

 

Turki mendukung Libya

Murtaza Karanfil, ketua DEIK’s Turkey-Libya Business Council, mengatakan bahwa pada acara tersebut, 100 produsen dan eksportir Turki datang bersama dengan 200 pebisnis Libya.

Libya adalah negara dan mitra penting bagi Turki di kawasannya, dan kontraktor Turki telah melakukan proyek di Libya senilai 29 miliar USD sejak 1972, katanya.

Volume perdagangan bilateral Turki dan Libya sekitar 2,5 miliar USD tahun lalu. Dia mengatakan bahwa dunia bisnis Turki bertujuan untuk meningkatkan angka ini ke tingkat lebih tinggi.

Turki mendukung Libya di sektor energi, konstruksi dan manufaktur dan mampu menyelesaikan semua proyek dengan sukses di Libya, katanya.

Başaran Bayrak, wakil ketua Majelis Eksportir Turki (TIM), mengatakan Turki adalah sumber terbesar kedua dalam impor Libya.

Kedua negara dapat mencapai volume perdagangan bilateral 10 miliar USD yang saat ini hanya sekitar 3 miliar USD, tambahnya.

Bayrak juga mengatakan kontraktor Turki telah menyelesaikan beberapa proyek di Libya, termasuk pembangkit energi terbesar di negara itu.

Meski aktivitas perdagangan global melambat akibat pandemi, ekspor Turki ke Libya meningkat dalam sembilan bulan pertama tahun ini.

Ekspor di sektor pertahanan, sayuran mentah dan buah-buahan serta semen meningkat selama periode ini, sedangkan sektor kimia, furnitur dan sereal menjadi penyumbang terbesar ekspor ke dalam negeri, kata dia.

Sebuah nota kesepahaman (MoU) yang baru-baru ini ditandatangani oleh Turki dan Libya untuk meningkatkan perdagangan dan hubungan ekonomi telah disetujui, Lembaran Resmi Turki mengumumkan 15 September. Langkah tersebut menjadi sebuah keputusan konstruktif mencapai tujuan pemerintah Tripoli untuk membangun kembali negaranya yang dilanda perang sipil.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, kedua pemerintah menekankan pentingnya melanjutkan pelaksanaan proyek pembangunan di Libya dengan mempertimbangkan stabilitas negara dan meletakkan dasar untuk kemitraan bilateral yang sejati.

Sumber: Daily Sabah

5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x