Thursday, November 26, 2020
Teknologi

İHASAVAR, senjata anti-drone produksi Turki

TURKINESIA.NET – ANKARA. Berkembangnya penggunaan drone dan kendaraan udara tak berawak (UAV) untuk tujuan mata-mata dan penyadapan telah menimbulkan ancaman bagi sistem keamanan. Turki dengan cepat merespon meningkatnya  permintaan akan sistem jammer anti-drone.

Perusahaan pertahanan Turki ASELSAN telah memulai penelitian untuk mengembangkan teknologi tersebut.

Karena aksesibilitas yang mudah, penggunaan yang mudah, dan biaya rendah, drone serta mini-UAV biasanya digunakan untuk tujuan pertahanan, kini telah menjadi senjata “di tangan organisasi teroris,” kata media Anadolu Agency yang dikelola negara Turki dalam sebuah laporan pada 30 Januari 2019.

Ancaman semacam itu menyebabkan perusahaan pertahanan terkemuka ASELSAN memulai penelitian untuk memproduksi dan mengembangkan sistem jammer anti-drone.

Hasilnya, masalah keamanan yang lahir dari penyalahgunaan drone dan mini-UAVS mengakibatkan pengembangan sistem jammer anti-drone İHASAVAR oleh raksasa pertahanan tersebut.

İHASAVAR dirancang untuk melindungi pangkalan militer, fasilitas, area yang digunakan untuk acara massal, aset bernilai tinggi, dan pos pemeriksaan.

Teknologi ini memberikan solusi hemat biaya dengan penggunaan yang ringan, mudah, dan ergonomis, kata Anadolu.

Perangkat lunaknya memiliki kapasitas untuk memprogram lebih dari 100 profil gangguan yang berbeda untuk digunakan dalam berbagai skenario strategi.

Jammer anti-drone ransel genggam ini menghilangkan kebutuhan akan sistem sensor untuk melacak drone dan mini-UAV.

Dengan koordinasi dari Direktorat  Industri Pertahanan Turki, teknologi anti-drone tersebut telah mulai dimasukkan  ke inventaris pasukan keamanan pada November 2017.

Baik di pasar domestik dan luar negeri, sekitar 500 sistem İHASAVAR dikirim pada tahun 2018.

Sistem anti-drone lain yang dikembangkan oleh ASELSAN, bernama İHTAR, juga bertujuan untuk menetralkan ancaman dari UAV dan mini-UAV dengan melindungi fasilitas penting dan mencegah kebocoran perbatasan secara ilegal.

Sumber: Hurriyet Daily News

4 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x