Tuesday, November 24, 2020
Teknologi

Perusahaan pertahanan Turki akan memperbanyak jenis amunisi pintar untuk drone bersenjata

TURKINESIA.NET – ANKARA. Roketsan, kontraktor pertahanan terkemuka Turki akan memperbanyak jenis produk amunisi pintar mini (MAM) yang digunakan oleh drone tempur bersenjata Turki dan pembeli internasional lainnya.

Amunisi dengan fitur tambahan itu akan digunakan di berbagai platform, kata Ketua Roketsan Murat İkinci.

İkinci mengatakan kepada Anadolu Agency (AA) bahwa proyek pengembangan kendaraan udara tak berawak (UAV) Turki telah menambah pengaruh pada industri pertahanan Turki dan bahwa drone Bayraktar TB2, khususnya, menawarkan peluang dan kemampuan yang lebih baik untuk Angkatan Bersenjata Turki (TSK).

“Drone adalah pengubah permainan dalam operasi lapangan,” katanya. Ia menyebut bahwa Turki telah aktif menggunakan beberapa jenis UAV.

Presiden Azerbaijan akui kehebatan drone Turki di medan perang

İkinci menambahkan bahwa drone terutama menggunakan amunisi keluarga MAM, yaitu amunisi pintar MAM-L dan MAM-C yang “memberikan pengaruh besar dalam hal kemampuan dan daya serang.”

İkinci mengatakan hari ini jenis amunisi MAM jauh lebih unggul di depan amunisi lainnya yang sejenis. Peningkatan serius telah dibuat dalam perkembangannya dengan umpan balik dan informasi yang diperoleh dari lapangan.

“Itu masuk dalam agenda kami sebagai amunisi yang mengubah jalannya perang dan memberikan keuntungan serangan,” katanya, seraya menambahkan bahwa mereka terus bekerja di lapangan.

Dia mengatakan dalam periode mendatang, UAV baru seperti Bayraktar Akıncı, kendaraan udara tempur tak berawak (UCAV) mutakhir dan Aksungur, UAV ketinggian menengah yang diproduksi di dalam negeri yang dikembangkan oleh Turkish Aerospace Industries (TAI), akan digunakan oleh TSK. Keduanya memiliki kemampuan yang lebih unggul dibandingkan model saat ini.

Dengan rudal penuh, drone tempur Aksungur Turki pecah rekor penerbangan terlama

Sejalan dengan pengembangan kemampuan drone tempur baru, İkinci mengatakan mereka akan sama-sama fokus pada pengembangan amunisi canggih untuk jenis MAM.

Berbicara tentang penjualan luar negeri, ketua Roketsan itu mengatakan ada permintaan yang besar dari luar negeri untuk produk mereka. “Permintaan itu tumbuh sejajar dengan kesuksesan Turki di bidang UAV tempur.”

“Kami punya produk yang kami jual ke negara-negara seperti Ukraina dan Azerbaijan,” katanya.

Ia menekankan bahwa permintaan dan kebutuhan akan solusi ini telah mencapai tingkat yang sangat tinggi, terutama dengan penggunaan UAV yang lebih aktif di medan perang.

“Kami percaya bahwa permintaan ini akan meningkat secara bertahap.” katanya.

Seni perang telah berkembang dari penggunaan produk yang berat dan besar menjadi produk yang lebih ringan, tak berawak, dan lebih cerdas, kata İkinci.

“Dan seperti Roketsan, proyek penelitian dan pengembangan internal (R&D) yang bertujuan untuk memperluas jenis MAM dan meningkatkan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan TSK, bersama dengan negara-negara sahabat dan sekutu terus berlanjut.” lanjutnya.

Dia juga mengatakan mereka akan bekerja dengan perusahaan di ekosistem untuk menciptakan produk tingkat yang lebih tinggi.

Qatar dan Albania jadi negara pertama pembeli senjata anti drone produk Turki

Sistem pertahanan udara lokal

İkinci menambahkan bahwa Sungur, sistem pertahanan udara yang dipasang di tumpuan yang dikembangkan oleh Roketsan, siap digunakan oleh tentara.

“Versi yang dipasang di kendaraan dan dapat diluncurkan dari itu siap dikirim ke TSK.”

Dia mengatakan selain sistem yang hanya mengontrol target udara di atas kendaraan lapis baja, sistem tunggal yang menyatukan rudal berpemandu laser yang dipasang di alas Sungur dan Cirit yang dapat menyerang target udara dan darat secara bersamaan juga akan dikirim ke TSK. Proyek ini dalam tahap akhir produksi, tambahnya.

“Kami bertujuan untuk menghasilkan platform yang lebih efisien dan dinamis dengan menggabungkan dua sistem ini dan sistem serupa dalam satu platform. Pada tahap berikutnya, peluncur akan dikembangkan yang memungkinkan sistem senjata berbeda untuk ditembakkan bersama dan digunakan secara lebih fleksibel,” kata Ikinci.

Sumber: Daily Sabah

4.4 8 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
3 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
made sujana
made sujana
1 month ago

fakta pertempuran azerbeijan vs armenia terbukti drone turki sangat berjaya. Maka indonesia harus kolaborasi atau tot amunisi drone mematikan itu. Apalagi cina memproduksi drone kamikaze sebanyak banyaknya. Drone elang hitam indonesia harus dipercepat jangan tahun dipakai pegangan proses tapi keadaan sutuasional saat ini negara dalam ancaman yg kita tidak bisa prediksi kapan sejatinya akan meletus. Maka konsep kebijakan hankam adalah semakin cepat semakin baik. Juga untuk pespur, rudal jelajah dsb yg kira kira bisa dipercepat, kalau bisa dipercepat lalu kenapa harus dibuat santai seperti proses negara dalam keadaan damai. Menhankam harus tegas memastikan semua proses dipercepat tanpa mengurangi kualitas. Seperti… Read more »

Suryanto
Suryanto
1 month ago
Reply to  made sujana

Mantaps.. ulasannya setuju segera dekati Turki untuk alih teknologi drone tempur yg cerdas dan sdh teruji…

Nurdin
1 month ago

Turki menjadi negara Islam pertama yang mengembangkan technologi canggih……☝️☝️

error: Content is protected !!
3
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x