Tuesday, November 24, 2020
Jejak Ottoman

Pulau karantina era Ottoman, kini difungsikan untuk pasien Covid-19 dan akan dijadikan museum

TURKINESIA.NET – IZMIR. Sebuah pulau karantina bersejarah yang dibangun di masa kesultanan Ottoman di provinsi Izmir telah berfungsi kembali sebagai tempat karantina warga di bulan-bulan pertama pandemic.

Sekarang, sebuah proyek baru sedang berlangsung untuk merestorasi 16 bangunan di pulau karantina yang di bangun di distrik Urla tersebut. Bangunan-bangunan sejak tahun 1865 itu akan diubah menjadi museum.

Restorasi dimulai pada bulan September. Para pekerja merenovasi dengan hati-hati permukaan bangunan bersejarah dan peralatan desinfeksi kuno.

Dibangun oleh arsitek Prancis yang ditugaskan oleh Kekaisaran Ottoman, pulau yang terhubung ke daratan melalui jalan lintas yang dibangun, digunakan untuk melawan kolera, wabah penyakit, dan penyakit menular lainnya pada abad terakhir.

Turgut Yılmaz, direktur fasilitas di pulau itu, mengatakan Pulau Karantina adalah yang pertama dari jenisnya dalam hal zona karantina ilmiah di Kesultanan Ottoman. “Dulu, masa karantina terkadang memakan waktu hingga 40 hari. Lokasinya dipilih karena kedekatannya dengan jalur perdagangan dan perjalanan yang sibuk,” katanya kepada Kantor Berita Demirören (DHA), Kamis.

Pulau ini terutama menampung penumpang dan awak kapal pesiar atau mereka yang melakukan perjalanan haji ke Makkah dari Eropa. Otoritas pelabuhan akan memeriksa orang-orang yang tiba atau melewati wilayah Ottoman untuk mencari tanda-tanda penyakit dan akan mengirim mereka ke pulau jika dianggap memerlukan karantina. Orang yang dikarantina akan dibawa ke kamar mandi dan diminta untuk meninggalkan harta benda mereka di gerbong yang terhubung ke sistem rel primitif yang menggunakan mesin yang mengeluarkan uap untuk mendisinfeksi barang-barang mereka. Yılmaz mengklaim bahwa pada hari yang sibuk hingga 600 orang akan diizinkan masuk ke pulau itu. Tempat tersebut terus berfungsi sebagai tempat karantina hingga akhir Perang Dunia I.

Pulau ini sekarang menjadi situs arkeologi dan bangunannya terdaftar sebagai aset budaya yang menurut para ahli harus dilindungi. Ini adalah pertama kalinya bangunan menjalani restorasi menyeluruh.

Sumber: Daily Sabah

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x