Thursday, November 26, 2020
Islamophobia

Erdogan: Musuh Islam menyebar seperti wabah

TURKINESIA.NET – ANKARA. Tindakan kekerasan terhadap Muslim yang tinggal di Prancis dan Jerman terjadi di depan mata seluruh dunia, kata Presiden Erdogan.

Pernyataan itu disampaikan saat berpidato dalam acara pembukaan Pekan Maulid Nabi di Pusat Kebudayaan dan Konvensi Rakyat, di komplek kepresidenan Beştepe di Ankara.

“Saya secara khusus menyerukan kepada dunia Kristen dan orang-orang Yahudi. Pertama-tama, kita semua adalah manusia. Dalam agama kami, menjadi seorang Kristen bukanlah kriminalitas. Kami melindungi mereka seperti kami melindungi orang-orang Yahudi. Saya menyeru semua pemimpin dunia; jika ada penganiayaan terhadap Muslim di Prancis, mari kita semua melindungi dan mendukung Muslim.”

“Kami melihat bahwa permusuhan terhadap Islam dan Muslim menyebar seperti wabah di masyarakat, terutama di negara-negara Eropa. Bisnis, tempat tinggal, rumah ibadah dan sekolah, yang merupakan milik Muslim, menderita setiap hari akibat serangan kelompok rasis dan fasis,”

“Saya dengan ini menyerukan bangsa saya; seperti kata Prancis ‘jangan beli produk dengan merek Turki’, saya mengimbau rakyat saya untuk tidak membeli produk Prancis.”

“Wanita Muslim menderita penghinaan atau pelecehan fisik karena pakaian mereka di jalan, pasar, di bus atau kapal feri. Hak atas pendidikan direnggut dari anak-anak Muslim karena alasan yang dibuat-buat. Tidak ada hari berlalu tanpa kita mendengar berita tentang penyerangan terhadap rumah ibadah atau yayasan milik umat Islam. Terakhir di Jerman dan Australia. Kami pernah menyaksikan bencana besar di Australia sebelumnya. Saya memanggil Kanselir Merkel; apa yang terjadi dengan kebebasan berkeyakinan di negara Anda? Negara Anda seharusnya mengamankan mereka yang menjalankan agama mereka. Lalu bagaimana bisa lebih dari seratus polisi menggerebek masjid selama Shalat Subuh? Pernahkah Anda mendengar hal seperti itu dari Turki? Tidak, karena kami benar-benar memiliki kebebasan beragama. Tidak ada hari berlalu tanpa kita menyaksikan praktik yang membatasi kebebasan beragama dan beribadah umat Islam. Tidak satu hari pun berlalu tanpa kita melihat tindakan vulgar dan tercela yang menargetkan Nabi dan kitab suci kami, Alquran. Serangan semacam itu mulai terjadi di tembok atas dorongan dari pemimpin Prancis yang membutuhkan pemeriksaan mental,” kata Presiden Erdogan.

Sumber: Kepresidenan Turki

4.5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
error: Content is protected !!
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x