Selasa, Oktober 19, 2021
Islamophobia

Turki panggil Dubes Prancis karena karikatur yang menghina Erdogan

Turki memanggil kuasa hukum Prancis di kedutaan negara Ankara Rabu malam, mengutuk provokasi baru-baru ini majalah Charlie Hebdo.

Menurut informasi dari sumber diplomatik, diplomat itu dipanggil ke Kementerian Luar Negeri karena Turki “mengutuk keras” kartun menghina yang konon menggambarkan Presiden Recep Tayyip Erdoğan.

“Charlie Hebdo baru saja menerbitkan serangkaian yang disebut kartun penuh dengan gambar tercela yang konon adalah Presiden kami. Kami mengutuk upaya paling menjijikkan dari publikasi ini untuk menyebarkan rasisme budaya dan kebencian,” kata Direktur Komunikasi Turki Fahrettin Altun sebelumnya di Twitter.

“Apa yang disebut karikatur itu menjijikkan dan mereka sama sekali tidak memiliki rasa kesusilaan manusia yang sebenarnya. Ini jelas merupakan produk dari lingkungan budaya xenofobia, Islamofobia dan intoleran yang tampaknya diinginkan oleh kepemimpinan Prancis untuk negara mereka,” kata Altun.

Altun menekankan posisi Turki yang menentang segala kekerasan dan tindakan terorisme terhadap warga sipil.

“Kami tidak akan tinggal diam dalam menghadapi serangan menjijikkan terhadap budaya dan agama kami, tidak peduli dari mana asalnya.”

“Hasutan rasis, xenofobia, Islamofobia, dan anti-Semit tidak akan mampu memprovokasi kami untuk membalas dengan cara yang sama. Kami menolak untuk tunduk pada intimidasi dan provokasi Anda berdasarkan korban yang Anda rasakan,” tambahnya.

Charlie Hebdo, majalah satir Prancis sayap kiri yang terkenal karena menerbitkan karikatur anti-Islam telah memicu kemarahan yang meluas di seluruh dunia Muslim.

Awal tahun ini, mereka menerbitkan ulang kartun yang menghina Islam dan Nabi Muhammad. Karikatur tersebut pertama kali diterbitkan pada tahun 2006 oleh surat kabar Denmark Jyllands-Posten, yang memicu gelombang protes.

Sementara itu, pada Rabu, jaksa Turki meluncurkan penyelidikan terhadap Charlie Hebdo karena “kartun” yang dianggap menghina Erdoğan.

Baca juga  Turki kutuk pembakaran Al-Qur'an di Swedia: Sikap anti-Islam meluas dengan dalih kebebasan

Sumber: A News

5 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Siswanto
Siswanto
11 months ago

Kristen bermasalah di Eropa, ditinggalkan dan dibuang pengikutnya …

Banyak di antara mereka menjadi muslim.

Kok Islam yang dimusuhi?

error: Content is protected !!
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x