Tuesday, November 24, 2020
Kisah

Di tengah hujan peluru, dua warga Turki pertaruhkan nyawa demi selamatkan korban serangan teroris di Austria

TURKINESIA.NET – WINA. Dua pria Turki menyelamatkan nyawa dua wanita dan satu petugas polisi selama serangan teroris hari Senin. Serangan teroris di ibu kota Austria menewaskan sedikitnya lima orang.

Recep Tayyip Gültekin berkata bahwa dia bersama temannya Mikail Özer berada di pusat kota Wina ketika mereka mendengar suara tembakan. Rencananya, ia akan duduk di sebuah kafe bersama temannya sebelum diberlakukan lockdown terbaru karena virus corona.

Dia mengatakan mereka menuju ke arah keributan dan melihat seorang pria bersenjata menembak seorang warga sipil yang lewat. Gültekin membantu wanita yang terluka itu tanpa menghiraukan resiko yang pasti akan dia hadapi.

“Setelah saya membawa wanita itu ke restoran terdekat, teroris itu mengarahkan senjatanya ke saya,” kenangnya. Dia tiarap ke tanah untuk menghindari ditembak oleh pria yang membawa senjata laras panjang, namun mengalami luka tembak di kakinya. “Kami masuk ke mobil teman saya dan pergi ke kantor polisi terdekat untuk melaporkan kejadian itu.”

Gültekin mengatakan bahwa kemudian, mereka melihat seorang petugas polisi yang terluka dalam bentrokan tersebut. Ia kembali bergerak untuk membantu, meskipun dia sendiri mengalami luka tembak.

“Polisi lain sedang menonton, saya berteriak minta tolong, tetapi mereka tidak melakukan apa-apa.”

“Kubilang ke Mikail, ini yang akan kami tangani,” ujarnya.

Setelah mencapai petugas yang terluka, mereka membawanya ke ambulans.

“Saya menahannya dari punggungnya, dan Mikail mengangkat di kakinya.” kata Gultekin.

Karena tim medis tidak dapat mendekati tempat kejadian, Gültekin dan temannya membawa petugas tersebut ke ambulans. Petugas itu terluka di antara rongga perut dan betis serta kehilangan banyak darah, kata Gultekin.

Mereka juga membantu seorang wanita tua yang mereka temui di tempat kejadian, lalu dipindahkan ke lokasi yang aman.

Paramedis ingin membawa Gultekin ke rumah sakit tetapi dia menolak karena banyak orang lain yang mengalami luka-luka, tambahnya.

Kemudian, setelah ia pergi ke rumah sakit, dokter memberi tahu Gultekin bahwa peluru mungkin harus tetap di kakinya karena mengeluarkannya dapat menyebabkan masalah.

Gultekin tinggal di Austria dan mencari nafkah di negara tersebut.

“Polisi yang terluka adalah polisi saya. Orang-orang yang terluka adalah orang-orang saya. Saya menyampaikan belasungkawa kepada negara Austria dan berharap orang-orang yang cedera segera pulih.” katanya.

Dia menambahkan: “Jika hal yang sama terjadi besok, saya tidak akan ragu untuk menyelamatkan orang. Saya tidak ingin melihat diskriminasi antara Muslim, Yahudi, atau Kristen. Teror tidak memiliki tempat dalam agama-agama ini. Dimana-mana, teror adalah teror.” katanya.

Ozan Ceyhun, duta besar Turki di Wina, memuji para pemuda pemberani tersebut di Twitter, menautkan ke akun pers Austria atas perbuatan mereka: “Pahlawan serangan Wina: dua pria menyelamatkan petugas polisi yang terluka.” kata Ozan.

Pria bersenjata berusia 20 tahun yang ditembak mati dalam serangan Wina pada hari Senin itu dipersenjatai dengan senapan serbu dan mengenakan sabuk peledak palsu. Dia lahir dan besar di kota itu dan dikenal oleh intelijen domestik karena merupakan salah satu dari 90 orang Austria yang ingin melakukan perjalanan ke Suriah, kata seorang editor surat kabar pada hari Selasa.

Kurtin S. memiliki “asal-usul Albania,” tetapi orang tuanya berasal dari Makedonia Utara, kata editor surat kabar mingguan Falter Florian Klenk di Twitter, tanpa memberikan rincian sumber informasi itu. Polisi mengira dia tidak mampu merencanakan serangan di Wina, Klenk menambahkan.

Setelah penembakan, sekitar 1.000 petugas polisi telah dikerahkan di seluruh Wina. Polisi mengatakan ada “tersangka bersenjata senapan di enam lokasi berbeda” di seluruh kota.

Pejabat Turki menyatakan solidaritas dengan Austria setelah serangan teroris yang mematikan itu. “Terorisme adalah musuh bersama seluruh umat manusia. Diperlukan kerja sama internasional yang tulus untuk melawan momok ini,” kata Menteri Luar Negeri Mevlüt Çavuşoğlu di Twitter.

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Luar Negeri Turki mengutuk keras serangan teroris mematikan kemarin di ibu kota Austria. “Kami mengutuk keras serangan ini, menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga dari mereka yang kehilangan nyawa dan berharap cepat sembuh bagi yang terluka,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan. “Sebagai negara yang telah memerangi segala macam terorisme selama beberapa dekade, Turki berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Austria,” katanya.

Juru Bicara Kepresidenan Ibrahim Kalın juga mengutuk serangan itu dan menyatakan solidaritasnya dengan Austria. “Kami mengutuk keras serangan teroris di Wina. Kami menyampaikan belasungkawa bagi mereka yang kehilangan nyawa dalam serangan pengecut ini dan berharap cepat sembuh bagi yang terluka. Kami berdiri dalam solidaritas dengan Austria. Kami akan terus memerangi segala bentuk terorisme,” tulis Kalin di Twitter.

Direktur Komunikasi Fahrettin Altun juga mengecam serangan itu. “Turki mendukung Austria dan melawan terorisme. Kami berbagi rasa sakit Anda,” tulis Altun di Twitter.

Sumber: Daily Sabah, Anadolu Agency

4.8 4 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x