Minggu, Januari 16, 2022
Islamophobia

Ketua parlemen Turki sebut Prancis bandit karena interogasi anak-anak selama 11 jam

TURKINESIA.NET – ANKARA. Ketua Parlemen Turki Mustafa Şentop mengkritik penahanan sewenang-wenang polisi Prancis terhadap siswa Muslim. Sentop menyebut tindakan tersebut sebagai “bandit.”

“Apa yang telah dilakukan Prancis adalah pelanggaran hukum dan bandit yang berat, yang harus ditentang tidak hanya oleh negara-negara Muslim, tetapi semua negara dan masyarakat yang menghormati hukum dan hak asasi manusia,” kata Şentop pada konferensi pers di Istanbul, Sabtu.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa Prancis harus dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya dan bahwa penahanan sewenang-wenang dan perlakuan brutal terhadap anak-anak berusia 10 tahun oleh polisi Prancis melanggar konvensi hukum, termasuk Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia.

Merujuk pada perkembangan terakhir dan pernyataan di Prancis terhadap Islam dan Muslim, Şentop menambahkan bahwa perilaku seperti itu telah mengkhawatirkan dunia Islam sejak lama.

Pada hari Kamis, empat anak berusia 10 tahun, tiga anak Turki dan dari Afrika Utara, ditahan di bawah tahanan polisi selama lebih dari 11 jam di Albertville Prancis tenggara atas tuduhan yang diduga terkait dengan “permintaan maaf atas terorisme,” kata ayah dari salah satu anak yang ditahan itu.

Dicurigai radikal, Prancis interogasi 3 anak Turki berusia 10 tahun selama 11 jam

“Sepuluh polisi bertopeng yang membawa senjata panjang memasuki rumah,” katanya.

Untuk mengetahui ada tidaknya kecenderungan menjadi radikal atau tidak, anak-anak tersebut diinterogasi selama 11 jam di stasiun.

Awal September, Macron menggambarkan Islam sebagai “agama dalam krisis” dan mengumumkan rencana untuk memberlakukan undang-undang yang lebih ketat guna menangani yang disebutnya sebagai “separatisme” Islam di Prancis. Muslim Prancis menuduhnya mencoba menekan agama Islam dan melegitimasi Islamofobia.

Sikap Macron terhadap Islam, publikasi ulang karikatur yang menghina Nabi Muhammad SAW dan pemasangan gambar itu di dinding gedung kota telah memicu boikot produk Prancis di beberapa negara, termasuk Qatar, Kuwait, Aljazair, Sudan, Palestina dan Maroko.

Baca juga  Lembaga amal Muslim terbesar di Prancis dibubarkan, pendiri minta suaka ke Turki

Sumber: Daily Sabah

1.5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Emma indrawati
Emma indrawati
1 year ago

Macron wajib diadoli oleh hukum dunia dan hak azasi manusia.macron bukan hati manudia tapi hati iblis yang tidak mempunyao toleransi terhadap agama agama yang ada di bawah pimpinan negara prancis. Suruh baca to macron bahwa agama islam adalah agama Alloh agama yang diridhoi Alloh….
Kepalanyaharus digantung…..

error: Content is protected !!
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x