Saturday, January 16, 2021
Amerika

Kunjungi Prancis, Menlu AS dukung Macron, ajak Uni Eropa untuk lawan Turki

TURKINESIA.NET – PARIS. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menargetkan Turki dalam kunjungannya ke Paris pada hari Senin. Dia menyerukan Eropa untuk bekerja sama dengan AS melawan tindakan Ankara di Timur Tengah selama beberapa bulan terakhir.

“Presiden Prancis Emmanuel Macron dan saya setuju bahwa tindakan Turki baru-baru ini sangat agresif,” kata Pompeo kepada surat kabar harian Prancis Le Figaro.

Sebagai contoh, Pompeo menyebut dukungan Turki baru-baru ini kepada Azerbaijan dalam konflik Nagorno-Karabakh dengan Armenia serta gerakan militer di Libya dan Mediterania Timur.

“Eropa dan AS harus bekerja sama untuk meyakinkan (Recep Tayyip) Erdogan bahwa tindakan semacam itu tidak menguntungkan rakyatnya,” kata Pompeo.

Pompeo mengatakan bahwa meningkatnya kemampuan militer Turki merupakan suatu kekhawatiran tersendiri. Namun ia tidak mengatakan bahwa Turki, negara yang menampung pasukan AS di Pangkalan Udara Incirlik, harus keluar atau tidak dari NATO.

NATO, didirikan pada tahun 1949 untuk menahan ancaman militer dari Uni Soviet, mengandalkan superioritas militer AS untuk memerangi sejumlah ancaman di perbatasan Eropa, termasuk kebangkitan kembali Rusia bersenjata nuklir dan serangan militan. NATO juga bertujuan untuk menjamin kebebasan dan keamanan anggotanya melalui cara politik dan militer. Turki yang bergabung dengan aliansi tersebut di antara 29 negara Amerika Utara dan Eropa pada tahun 1952, melihat keanggotaan NATO sebagai sesuatu yang akan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian negara, pembangunan militer dan politik. Sejak itu, Turki telah menjadi sekutu penting, memberikan NATO koneksi ke Timur. Turki sangat mementingkan peran NATO dalam menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan Euro-Atlantik.

Pada bulan September, Pompeo dikecam oleh Turki karena mengunjungi pemerintahan Siprus Yunani setelah mencabut embargo senjata AS pada pemerintahan tersebut. Turki mengecam kedua langkah tersebut dengan mengatakan bahwa Pompeo juga seharusnya mengunjungi Republik Turki Siprus Utara (TRNC) dan bahwa mencabut embargo senjata hanya meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.

Kunjungan itu dilakukan lebih dari seminggu setelah pemilihan presiden AS yang memenangkan calon dari Demokrat Joe Biden.

Sumber: Daily Sabah

4.8 5 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
8 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Jan Anwar
Jan Anwar
1 month ago

Pemimpin barat penjajah ini mmg sll menyebalkan. Sangat pandai menggurui, pdhl mereka lah yg busuk memancing permusuhan

Galih
Galih
1 month ago

Awas biang kerok sesungguhnya prancis dan amerika serikat . .selalu standar ganda

Suherman
Suherman
1 month ago
Reply to  Galih

Negara negara penjajah ini sesungguh nya ga punya nyali kalo ga main keroyokan..mereka hidup sejahtra dari hasil merampok negara lain..

trackback

[…] Kunjungi Prancis, Menlu AS dukung Macron, ajak Uni Eropa untuk lawan Turki […]

Syed Ahmad
Syed Ahmad
1 month ago

Pemimpin barat tidak peduli nyawa dan kesengsaraan orang miskin tetapi hanya ingin mengaut keuntungan..turki lebih ikhlas dn tidak double standard

Zizy
Zizy
1 month ago

Hahaha kotor sekali pikirannya.

Lusia
Lusia
1 month ago

Pantas saja Erdogan menolak bertemu si pompeo sehabis mengatakan mendukung Perancis melawan Turki,, ko gak punya malu yah abis ngomong gitu di Perancis langsung terbang ke Turki, ah ga punya otak

Emi
Emi
1 month ago

Para setan sedang berkolaborasi

error: Content is protected !!
8
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x