Saturday, January 16, 2021
Timur Tengah

Rezim Suriah dan Rusia 108 kali langgar gencatan senjata selama November 2020

TURKINESIA.NET – IDLIB. Pasukan Rusia dan rezim Suriah telah melanggar gencatan senjata di provinsi Idlib, barat laut Suriah sebanyak 108 kali sejak awal November, menewaskan 11 orang termasuk lima anak-anak.

Informasi tersebut disampaikan oleh kelompok pertahanan sipil White Helmets pada hari Rabu.

Dikatakan bahwa rezim Suriah dan pasukan Rusia pada Rabu malam telah menargetkan sekolah serta rumah penduduk sipil di Idlib, menembaki mereka dengan 75 peluru. Tidak ada korban yang tercatat, tulis kelompok itu di Twitter.

Idlib, benteng oposisi terakhir, merupakan tempat tinggal bagi hampir 4 juta orang, kebanyakan dari mereka merupakan pengungsi dan tinggal di kamp tenda atau bangunan yang belum selesai. Provinsi ini telah dihantam oleh serangan militer berulang kali dari rezim Bashar Assad.

Human Rights Watch (HRW) pada bulan Oktober dalam sebuah laporan mengatakan, pihaknya menyelidiki lusinan serangan udara dan darat yang “melanggar hukum” oleh Rusia dan rezim terhadap sasaran sipil di wilayah sekitar kota Idlib antara April 2019 dan Maret 2020 yang menewaskan ratusan warga sipil.

 

Ancaman Cpvod-19 merupakan ‘teror baru’

meningkatnya Covid-19 telah memperparah penderitaan orang-orang di barat laut Suriah. Kecuali sampai Juli, wilayah itu sekarang mencatat 300-500 infeksi per hari, dan jumlahnya meningkat dengan cepat.

“Tiga belas orang meninggal di Suriah utara kemarin karena terinfeksi virus corona. Jumlah kasus meningkat menjadi lebih dari 12.000 hingga hari ini, memperingatkan sebuah bencana kemanusiaan yang mengancam mengingat situasi medis yang memburuk,” White Helmets memperingatkan.

Tingkat infeksi melonjak hampir dua kali lipat antara September dan Oktober, kata PBB. Sejak itu, telah naik 300%.

Jumlah infeksi mungkin jauh lebih tinggi. Kota-kota paling terpukul, tetapi petugas kesehatan khawatir virus akan menyebar di kamp-kamp yang penuh sesak.

Dengan krisis ekonomi yang melanda Suriah, mata uang lokal anjlok dan sumber daya di zona perang menyusut, bahkan harga sabun dan air melonjak.

Sumber: Daily Sabah

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x