Tuesday, November 24, 2020
Kontra-teror

Dalam 2 tahun, militer Turki pecat lebih 5.000 tentara terkait FETO

TURKINESIA.NET – ANKARA. Setelah upaya kudeta tahun 2016 oleh Gülenist Terror Group (FETÖ), Angkatan Bersenjata Turki (TSK) terus menyelidiki stafnya yang dicurigai memiliki hubungan dengan kelompok tersebut.

Sejak keadaan darurat yang diberlakukan setelah upaya kudeta dicabut pada tahun 2018, 5.587 personel TSK telah diberhentikan dan 1.512 pensiunan tentara dicopot dari jabatan mereka.

Turki yang melalui serangkaian kudeta dalam sejarah singkatnya, terguncang oleh upaya kudeta yang dirancang oleh kelompok teroris FETÖ pada 15 Juli 2016. Dalam upaya gagal kelompok itu untuk merebut kekuasaan, 251 orang tewas dan hampir 2.200 orang yang lainnya terluka. Kepala Staf Umum Hulusi Akar dan petinggi militer lainnya yang menentang upaya itu disandera.

Hulusi Akar yang diangkat sebagai menteri pertahanan nasional dua tahun setelah upaya kudeta, memimpin upaya untuk membersihkan penyusup FETÖ dari angkatan bersenjata. Memang, upaya kudeta diyakini sebagai tindakan pencegahan oleh kelompok teroris tersebut menjelang pemecatan massal perwira TSK yang terkait dengan FETÖ pada Agustus 2016.

TSK kini telah melakukan serangkaian penyelidikan internal untuk mendeteksi penyusup dari kelompok teroris, sementara jaksa dan polisi melakukan operasi rutin untuk mengungkap relasi antara penghubung “sipil” FETÖ dan penyusup militer. Sejak upaya kudeta, 20.566 orang telah dikeluarkan dari TSK karena dicurigai atau dikonfirmasi terkait dengan FETÖ.

Di tempat lain, operasi terhadap anggota kelompok teroris itu berhasil menjaring 28 tersangka pada Kamis. Para tersangka yang ditahan termasuk di antara 38 orang yang surat perintah penangkapannya dikeluarkan oleh Kepala Kantor Kejaksaan di Istanbul. Mereka ditangkap dalam operasi di Istanbul, ibu kota Ankara dan provinsi Şanlıurfa, di tenggara Turki.

Jaksa mendakwa tersangka memberikan dukungan keuangan kepada kelompok tersebut dengan kedok sumbangan kepada badan amal yang terkait dengan FETÖ atau dengan langsung menyerahkan uang kepada anggota kelompok dalam skema “himmet” (persepuluhan) yang terkenal kejam. Himmet (persepuluhan) dalam jargon FETÖ, mengacu pada uang tunai yang dikumpulkan kelompok pada pertemuan di antara anggotanya, baik sebagai sumbangan sukarela atau dengan paksaan.

Para tersangka didakwa menyalurkan 51,9 juta Lira Turki (6,8 juta USD) ke badan amal dan asosiasi yang sekarang tidak berfungsi yang terkait dengan FETÖ. Kelompok teroris tersebut diduga mengirimkan dana yang terkumpul ke jaringannya di Gabon.

Sumber: Daily Sabah

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x