Tuesday, November 24, 2020
Bangsa Turk

Pasukan Azerbaijan masuki kota Aghdam, Aliyev: Era baru telah dimulai

TURKINESIA.NET – BAKU. Pasukan Azerbaijan memasuki distrik Aghdam di Nagorno-Karabakh setelah 27 tahun dikuasai oleh Armenia, kata Kementerian Pertahanan Azerbaijan pada hari Jumat.

Kementerian tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tentara Azerbaijan memasuki distrik itu sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan Armenia yang ditengahi oleh Rusia.

Pasukan Armenia menduduki sekitar 77% distrik itu pada tahun 1993, memaksa hampir 200.000 orang Azerbaijan mengungsi dari tanah air mereka.

Armenia juga akan menyerahkan distrik Kalbajar yang berada di antara Nagorno-Karabakh dan Armenia pada 25 November mendatang dan juga distrik Lachin pada 1 Desember.

Presiden Ilham Aliyev mengucapkan selamat kepada rakyat Azerbaijan karena mendapatkan kembali kendali atas Aghdam. Ia mengatakan 143.000 orang Azerbaijan dulu tinggal di daerah itu sebelum pendudukan Armenia dan jumlah ini sekarang telah mencapai 203.000.

“Era baru telah dimulai untuk Aghdam. Kami punya rencana bagus. Hampir semuanya telah dihancurkan di daerah-daerah di bawah pendudukan tetapi kami akan membangun kembali kota Aghdam,” kata Aliyev dalam pidatonya kepada bangsanya pada hari Jumat. Ia menambahkan bahwa Baku akan memberikan bantuan kepada penduduk kota itu untuk kembali ke rumah mereka.

Aliyev juga mengatakan alasan di balik kegagalan Armenia adalah penjajahan. “Saya telah mengatakan ini berkali-kali sebelumnya, saya telah mengatakan bahwa pendudukan akan mendorong Armenia ke tepi jurang,” kata Aliyev, menambahkan bahwa Armenia tidak pernah menjadi negara berdaulat dan sebenarnya mereka adalah “koloni”.

Pendudukan telah menyebabkan aib global bagi Armenia dan akan selamanya dicap sebagai “pecundang”, tambah Aliyev.

Aliyev juga mengkritik Dewan Eropa dan negara-negara Barat karena hanya diam dalam menghadapi pendudukan dan kekerasan Armenia.

“Di manakah Dewan Eropa yang selama ini meremehkan Azerbaijan dan berusaha mendiskreditkan kami? Mengapa diam? Di mana demokrasi dan hak asasi manusia Anda?” Kata Aliyev.

Aliyev juga mengecam klaim Armenia atas wilayah Turki dengan mengatakan bahwa mereka telah gila dan membuat permintaan seperti itu dari negara yang kuat hanyalah tindakan “bunuh diri”.

Pada hari Kamis, penduduk Armenia di Aghdam dengan tergesa-gesa memetik buah delima dan kesemek dari pohon-pohon yang mengelilingi rumah mereka. Mereka mengemasi kendaraan van dengan perabotan sebelum melarikan diri karena batas waktu untuk meninggalkan provinsi pegunungan itu akan segera berakhir.

“Kami ingin membangun sauna, dapur. Tapi sekarang saya harus membongkar semuanya. Dan saya akan membakar rumah dengan semua yang saya miliki ketika saya pergi,” kata Gagik Grigoryan, seorang pekerja listrik berusia 40 tahun, kepada (AFP) sebelum meninggalkan rumahnya.

Penduduk Armenia yang meninggalkan wilayah pendudukan Nagorno-Karabakh setelah kesepakatan damai dengan Azerbaijan telah membakar rumah dan lahan hutan saat mereka meninggalkan daerah tersebut.

Pertukaran wilayah pada awalnya akan dimulai hari Minggu. Orang-orang Armenia di distrik Kalbajar melarikan diri secara massal sebelum batas waktu resmi pengambilalihan oleh Azerbaijan. Tetapi Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev menunda tenggat waktu satu minggu karena pertimbangan “kemanusiaan”.

Hubungan antara bekas republik Soviet Azerbaijan dan Armenia telah tegang sejak 1991 ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, wilayah yang diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, dan tujuh wilayah yang berdekatan.

Bentrokan baru meletus pada 27 September ketika Tentara Armenia melanjutkan serangannya terhadap warga sipil dan pasukan Azerbaijan, bahkan melanggar perjanjian gencatan senjata kemanusiaan selama 44 hari.

Baku membebaskan lima kota besar, empat kota dan 286 permukiman dan desa dari pendudukan Armenia selama ini.

Pada 10 November, kedua negara menandatangani perjanjian yang ditengahi Rusia untuk mengakhiri pertempuran dan bekerja menuju resolusi yang komprehensif.

Sumber: Daily Sabah

5 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x