Tuesday, November 24, 2020
Islamophobia

Prancis: Pendatang yang tidak terima karikatur Nabi Muhammad bisa dideportasi

TURKINESIA.NET – PARIS. Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan keluarga asing yang keberatan dengan karikatur Nabi Muhammad yang ditampilkan di sekolah dapat menghadapi deportasi.

Berbicara kepada Radio French Europe 1, Gerald Darmanin mengatakan karikatur provokatif dilindungi di bawah kebebasan berbicara dan mereka yang meminta guru untuk tidak menunjukkan gambar tersebut akan dituntut.

Dia menambahkan bahwa keluarga asing harus memperhatikan hal itu karena mereka dapat menghadapi deportasi selama penuntutan karena melakukan “kejahatan”.

Prancis menerapkan aturan ketat terhadap komunitas Muslim menyusul pernyataan Presiden Emmanuel Macron yang mencirikan Islam sebagai agama bermasalah yang perlu dibendung. Macron juga mendukung penerbitan karikatur anti-Islam di majalah Charlie Hebdo. Banyak organisasi Muslim nonpemerintah, masjid dan asosiasi telah ditutup baru-baru ini karena mengkritik tindakan keras pemerintah terhadap komunitas Muslim.

Di satu sisi, Prancis dengan gigih membela karikatur provokatif anti-Muslim dengan dalih kebebasan berbicara., namun sebenarnya banyak agensi, surat kabar dan majalah telah menghapus artikel dan mengubah isinya atas perintah pemerintah Prancis karena tekanan boikot dan aksi protes umat Islam. Sejak awal November, pemerintah Prancis telah berhasil masuk dan memengaruhi tindakan empat outlet berita terkemuka, termasuk Financial Times, Politico, Le Monde, dan Associated Press.

Sumber: Daily Sabah

3.8 4 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Salman
Salman
2 days ago

Your Country very very FUCK .. undeerstood !!!

trackback

[…] Prancis: Pendatang yang tidak terima karikatur Nabi Muhammad bisa dideportasi […]

error: Content is protected !!
2
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x