Sunday, January 24, 2021
Timur Tengah

Menlu Saudi: Hubungan kami dengan Turki baik dan bersahabat

TURKINESIA.NET – RIYADH. Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya memiliki hubungan yang “baik dan bersahabat” dengan Turki. Ia juga mengatakan bahwa tidak ada data yang menunjukkan adanya boikot tidak resmi atas produk-produk Turki.

Dia juga mengatakan dalam wawancara virtual di sela-sela KTT Pemimpin G20 pada hari Sabtu bahwa Saudi bersama dengan Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain, terus mencari cara untuk mengakhiri perselisihan dengan Qatar, meskipun mereka terus ingin mengatasi masalah keamanan yang sah.

Menteri itu juga mengatakan dirinya yakin bahwa pemerintahan Demokrat Joe Biden yang akan datang akan melanjutkan kebijakan yang membantu stabilitas regional dan bahwa setiap diskusi dengannya akan mengarah pada kerja sama yang kuat.

“Saya yakin bahwa pemerintahan Biden akan terus melanjutkan kebijakan yang demi kepentingan stabilitas regional,” kata Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud.

Kedua negara telah memiliki hubungan baik selama lebih dari 75 tahun, katanya.

“Setiap diskusi yang akan kami lakukan dengan pemerintahan di masa depan akan mengarah pada kerja sama yang kuat.” tambahnya.

Raja Salman kirim bantuan kemanusiaan dan medis untuk korban gempa Turki

Sebelumnya diberitakan bahwa Raja Salman dari Arab Saudi menelepon Presiden Recep Tayyip Erdoğan untuk mengoordinasikan persiapan menjelang KTT G20 yang berlangsung pada 21 dan 22 November, menurut siaran pers Direktorat Komunikasi Kepresidenan Turki, Jumat malam.

Pernyataan itu mengatakan, kedua pemimpin membahas hubungan bilateral dan mengevaluasi topik yang akan dibahas pada KTT mendatang.

Presiden Erdogan dan Raja Salman sepakat untuk tetap membuka saluran dialog guna meningkatkan hubungan bilateral dan menyelesaikan masalah, kata pernyataan itu.

Gerakan Houthi

Pangeran Faisal mengatakan akan “sepenuhnya tepat” bagi Amerika Serikat untuk menunjuk gerakan Houthi yang berpihak pada Iran di Yaman sebagai organisasi teroris asing.

Washington melihat kelompok itu sebagai perpanjangan dari pengaruh Iran di wilayah tersebut. Pemerintahan Presiden Donald Trump telah mengancam untuk memasukkan kelompok itu ke daftar hitam, kata sumber kepada Reuters, sebagai bagian dari kampanye “tekanan maksimum” terhadap Teheran.

Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menjalin hubungan pribadi yang dekat dengan Trump. Hubungan mereka menjadi pencegah  bagi Saudi dalam menghadapi kritik internasional atas kasus hak asasi Riyadh yang dipicu oleh pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, peran Riyadh dalam perang Yaman dan penahanan aktivis hak-hak perempuan. Kasus-kasus itu sekarang mungkin menjadi titik perselisihan antara Biden dan Arab Saudi yang merupakan eksportir minyak dan pembeli senjata utama dari AS.

Hubungan antara Turki dan Arab Saudi memburuk tajam setelah pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi pada 2018 di Konsulat Saudi di Istanbul. Kondisi ini menambah ketegangan atas dukungan Turki untuk Ikhwanul Muslimin yang dipandang oleh Riyadh sebagai kelompok teroris.

Selama lebih dari setahun, beberapa pedagang Arab Saudi dan Turki berspekulasi bahwa Riyadh sedang memberlakukan boikot tidak resmi atas impor dari Ankara. Bulan lalu, kelompok bisnis terkemuka Turki mendesak Arab Saudi untuk meningkatkan hubungan perdagangan.

Arab Saudi menjadi tuan rumah pertemuan virtual para pemimpin G-20 pada Sabtu dan Ahad sejalan dengan pembatasan virus corona.

Sumber: TRT World / Republika

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Azwar
Azwar
2 months ago

Good idea, bersatulah…

error: Content is protected !!
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x