Sunday, January 24, 2021
KisahTrending

Perjuangan heroik ayah dan putranya bertempur bebaskan kampung halaman mereka dari jajahan Armenia

TURKINESIA.NET – BAKU. Pensiunan Mayor Azerbaijan Chingiz Gehremanov dan putranya bergabung dengan tentara negara mereka dalam operasinya melawan pasukan pendudukan Armenia di wilayah Nagorno-Karabakh untuk membebaskan desa tempat ia dilahirkan.

Chingiz Gehremanov pernah terlibat melawan pasukan Armenia dalam perang sebelumnya pada 1990-an. Ia kembali terjun ke medan pertempuran dalam membebaskan desa-desa di Lachin yang harus mereka tinggalkan 27 tahun lalu. Dia mengumpulkan 25 orang tentara perang tahun 1990-an serta putranya, dan mereka sekali lagi bertempur bersama tentara Azerbaijan.

Setelah bahu-membahu bertempur bersama putranya, mereka menjadi orang Azerbaijan pertama yang menginjakkan kaki di desa Sefiyan di Lachin, tanah air mereka, setelah 27 tahun.

Mereka berhasil bertahan dari banyak kesulitan dalam perjalanan dari provinsi Fuzuli ke Lachin. Ada kalanya mereka mengalami serangan howitzer dan kendaraan lapis baja mereka menabrak ranjau darat, kata mereka kepada Anadolu Agency.

Putra Gehremanov, Reshat, mengatakan dirinya bangga telah bertempur dengan ayahnya bersama dengan tentara Azerbaijan dan membebaskan tanah air mereka dari pendudukan.

“Kami mengalami masa-masa sulit. Ada saat ketika howitzer menghujani kami selama dua jam. Kemudian, saya mendapat kekuatan karena berada di sisi ayah saya,” katanya.

“Saya dibesarkan dengan mimpi pergi ke tanah itu (Lachin). Tidak mungkin bagi saya untuk mengungkapkan dengan kata-kata bagaimana rasanya mengunjungi makam kakek saya setelah sekian tahun. Saya bersyukur ini menjadi kenyataan,” tambahnya.

Sementara itu, ayah Reshat Gehremanov berkata: “Akhirnya, kami bisa memasuki desa Sefiyan tempat saya menghabiskan masa kecil saya. Kami menemukan rumah kami, kami tinggal di sana semalam. Ketika Lachin diduduki 27 tahun yang lalu, saya pergi ke kuburan ayah saya dan bersumpah untuk kembali suatu hari. Aku menepati janjiku dan kembali.”

Hubungan antara kedua negara bekas republik Soviet, Azerbaijan dan Armenia, telah tegang sejak 1991 ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, sebuah wilayah yang diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, dan tujuh wilayah yang berdekatan.

Bentrokan baru meletus pada 27 September dan tentara Armenia terus menyerang warga sipil dan pasukan Azerbaijan, bahkan melanggar perjanjian gencatan senjata kemanusiaan selama 44 hari.

Baku membebaskan beberapa kota dan hampir 300 pemukiman dan desa dari pendudukan Armenia selama ini.

Pada 10 November, kedua negara menandatangani perjanjian yang ditengahi Rusia untuk mengakhiri pertempuran dan bekerja menuju resolusi yang komprehensif.

Gencatan senjata dipandang sebagai kemenangan Azerbaijan, dan kekalahan Armenia.

Sumber: Anadolu Agency English

4.4 18 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
7 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Yantokawel
Yantokawel
2 months ago

Good job family…..

Idris gusti
Idris gusti
1 month ago

Alhamdulillah…

Andiarto
Andiarto
1 month ago

Bisa direbut kembali.

Ayam jantan dari timur
Ayam jantan dari timur
1 month ago

👍👍👍👍 bravo TURKI🇹🇷.. hapus penjajahan di muka bumi.. selanjutnya zionis Yahudi hapus dr PALESTINA🇵🇸.. ALLAHU AKBAR MERDEKA🇹🇷🇵🇸🇲🇨🇦🇿

Indra
Indra
1 month ago

coba lihat kembali ceritanya perangnya bro…, Israel lah yg membantu ajarbaizan menang perang dgn dron canggih… ajarbaizan adalah sekutu Israel, dimana wilayah nya jadi benteng terdepan menghadapi Iran. Dari sinilah Israel bisa menyerang Iran. Iran tidak menghendaki ajarbaizan menang..

App
App
1 month ago

Pokoke sing salah seleh. Sopo wae.

Rahmat Junaedi
Rahmat Junaedi
1 month ago

Alhamdulillah dan pelajaran bagi bangsa Palestina bagaimana harusnya berjuang membebaskan tanah air, jangan mementingkan kepentingan golongan

error: Content is protected !!
7
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x