Sunday, January 24, 2021
Eropa

Menlu Turki: Kami akan tanggapi penggeledahan ilegal atas kapal kargo sesuai perintah presiden

TURKINESIA.NET – ANKARA. Menteri Luar Negeri Mevlüt Çavuşoğlu mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa malam bahwa “Turki akan menanggapi dengan sepantasnya penggeledahan ilegal Operasi Irini atas kapal Turki di lapangan.”

Pada hari Minggu, fregat Jerman yang dipimpin oleh seorang komandan Yunani, secara tidak sah menghentikan kapal Roseline A, di selatan semenanjung Peloponnese dan menggeledah kapal tersebut tanpa mendapat izin dari otoritas Turki, sebuah tindakan yang dianggap oleh Turki sebagai pelanggaran hukum internasional.

Turki mengutuk insiden tersebut, mengatakan bahwa Operasi Irini adalah misi bias yang menargetkan Turki dan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional di Libya.

“Kami akan terus mengikuti sisi politik dari insiden tersebut. Kami tidak akan menyerah pada masalah ini,” Çevuşoğlu menambahkan.

“Kami akan lakukan apa saja yang diperlukan sesuai perintah Presiden,” pungkasnya.

“Meskipun telah diwajibkan oleh Dewan Keamanan PBB dalam resolusi nomor 2292 untuk mendapatkan izin dari GNA, Operasi Irini tetap saja dimulai tanpa izin pemerintah Libya pada tahun 2020 oleh Uni Eropa,” Kementerian Nasional Pertahanan Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan di kemudian hari.

“Kapal dagang kami ROSELINE-A diinterogasi oleh fregat Hamburg Jerman di laut terbuka pada 22 November,” tambah kementerian itu, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan ekstensif atas insiden tersebut.

“Fregat Jerman yang bersenjata dan lengkap dengan tim pencari naik ke kapal meskipun tidak ada izin dari negara Turki atau master layarnya,” kata pernyataan itu.

“Selama 16 jam penggeledahan, personel kapal dikumpulkan di satu tempat dan mereka diperlakukan seperti penjahat,” kata kementerian.

“Pencarian berakhir setelah Republik Turki berulang kali menyatakan tidak mengizinkan pencarian dan memprotes insiden tersebut,” tambah kementerian tersebut, dengan mengatakan bahwa kapal tersebut membawa tepung, minyak, biskuit, daging, makanan lain dan bahan konstruksi.

“Merupakan pelanggaran hukum internasional untuk naik kapal dan memperlakukan personelnya seperti penjahat. Perlu juga dicatat bahwa tindakan ilegal semacam itu dilakukan oleh angkatan laut sekutu. Jelas bahwa komandan operasi bertindak dengan bias atas masalah tersebut,” pungkasnya.

Sumber: Daily Sabah

4.4 5 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
3 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Galih
Galih
1 month ago

Yunani mungkin ingin perang melawan turki

Ayam jantan dari timur
Ayam jantan dari timur
1 month ago

👍👍👍👍🇹🇷

Arif
Arif
1 month ago

Luar biasa Turki, sebegitunya melindungi anak bangsanya

error: Content is protected !!
3
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x