Friday, March 5, 2021
Afrika

Turki memberikan pelatihan komando khusus kepada 150 tentara Somalia

TURKINESIA.NET – MOGADISHU. Turki memberikan pelatihan komando khusus kepada 150 tentara Somalia sebagai bagian dari kesepakatan kerja sama militer antara kedua negara, Kementerian Pertahanan Turki mengatakan pada hari Selasa.

Pelatihan militer bagi Angkatan Bersenjata Somalia berlangsung di Pusat Pelatihan dan Latihan Kontra-Terorisme di Isparta, barat daya Turki, kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.

“Kami memberikan Pelatihan Komando Dasar kepada 150 personel militer tamu dari Angkatan Bersenjata Somalia,” kata kementerian.

“Pelatihan, yang dimulai pada 21 Desember 2020, berlanjut sesuai rencana.” tambah pernyataan itu.

Pada Agustus lalu, Duta Besar Turki untuk Mogadishu Mehmet Yilmaz mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa Turki berada di jalur yang tepat untuk melatih sekitar sepertiga dari pasukan militer Somalia, dengan total sekitar 15.000-16.000 personel.

Hubungan antara Turki dan negara Tanduk Afrika itu kuat secara historis, dan meningkat setelah kunjungan resmi Presiden Recep Tayyip Erdogan pada tahun 2011, menjadikannya satu-satunya pemimpin non-Afrika yang mengunjungi Somalia dalam 20 tahun.

Turki juga terus mendukung Somalia dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan di bidang kesehatan, pendidikan dan keamanan.

Upaya bantuan besar Ankara pada puncak kelaparan Somalia tahun 2011 membuat warga Somalia sangat mencintai Turki. Bantuan Turki hingga kini terus mengalir, sebagian besar dari perusahaan swasta. Organisasi Turki juga telah membangun sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur serta telah memberikan beasiswa bagi warga Somalia untuk belajar di Turki.

Karena Angkatan Bersenjata Turki (TSK) memiliki pengalaman luas dalam memerangi teroris, pelatihan militer Somalia oleh Turki sangat membantu dalam melawan ancaman teroris di Somalia.

Baca juga  Bom bunuh diri lukai 5 pekerja Turki di Somalia, satu kritis

Pangkalan pelatihan militer luar negeri terbesar Turki yang diresmikan pada tahun 2017, terletak di Somalia dan juga merupakan salah satu pusat militer terbesar yang dikelola asing di negara tersebut.

Somalia jatuh ke dalam kekacauan setelah penggulingan rezim militer Presiden Siad Barre pada tahun 1991,yang menyebabkan perang suku selama bertahun-tahun diikuti oleh kebangkitan kelompok teroris al-Shabab yang pernah menguasai sebagian besar negara dan ibu kota.

Setelah didorong keluar dari benteng utamanya oleh Misi Uni Afrika ke Somalia (AMISOM) pada tahun 2011, kelompok teroris tersebut terus berperang melawan pemerintah dengan melakukan serangan rutin ke Mogadishu dan negara-negara tetangga.

Sumber: Anadolu Agency, Daily Sabah

4 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x