Sunday, January 24, 2021
Balkan

PM Albania kunjungi industri pertahanan Turki

TURKINESIA.NET – ANKARA. Dalam kunjungan resmi ke Ankara, Perdana Menteri Albania Edi Rama mengunjungi Direktorat Industri Pertahanan Turki (SSB) ditemani Wakil Presiden Turki Fuat Oktay.

Setelah pertemuan mereka, Oktay mengatakan kunjungan itu dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi tentang proyek-proyek pertahanan yang diminati Albania.

Dia menambahkan bahwa perdana menteri Albania juga akan mengunjungi raksasa pertahanan Turki, Aselsan.

Edi Rama berterima kasih kepada pejabat Turki atas keramahan dan presentasi informatif mereka di SSB.

Pejabat senior negara Turki dan Albania pada hari Kamis membahas peluang untuk kerja sama di industri pertahanan.

Pada hari Rabu, Turki dan Albania menandatangani perjanjian meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat kemitraan strategis.

Berbicara pada konferensi pers bersama Perdana Menteri Albania Edi Rama setelah pertemuan resmi di ibu kota Ankara, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyoroti hubungan bersejarah antara kedua negara.

“Kami berencana meningkatkan investasi dalam infrastruktur dan pariwisata di Albania. Kami ingin meningkatkan kerja sama ekonomi kami ke dimensi baru,” kata Erdogan.

“Kami baru saja menandatangani deklarasi politik bersama tentang pembentukan Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi. Jadi, kami tengah meningkatkan hubungan kami ke tingkat kemitraan strategis,” kata Erdogan.

Langkah menuju kerja sama strategis akan membantu lebih lanjut kerja sama antara kedua negara di setiap bidang, tambah Erdogan.

Memperingati dua gempa bumi yang melanda Albania pada September dan November tahun lalu, Erdogan sekali lagi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mereka yang tewas dalam insiden mematikan tersebut.

Erdogan mengatakan pembangunan 522 unit rumah baru oleh Turki di Albania merupakan isyarat positif dari hubungan bilateral.

Presiden Turki juga mengumumkan pembangunan rumah sakit baru di Albania dalam tiga bulan mendatang.

Dia menambahkan bahwa kedua negara yang bersaudara itu tidak akan membiarkan Organisasi Teroris Fetullah (FETO) meracuni hubungan mereka.

Erdogan mencatat bahwa Turki dan Albania memiliki sikap yang sama dalam memerangi Organisasi FETO.

FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS, Fetullah Gulen, mengatur kudeta yang dikalahkan pada 15 Juli 2016 di Turki, yang menewaskan 251 orang dan melukai hampir 2.200 lainnya.

Ankara juga menuduh FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi Turki, terutama militer, polisi, dan pengadilan.

Sumber: Anadolu Agency

 

5 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x