Friday, March 5, 2021
Budaya

Erdogan: Pemuda kita hari ini tidak bisa lagi memahami tulisan di nisan nenek moyang mereka

TURKINESIA.NET – ANKARA. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan untuk melindungi dan memperkaya bahasa Turki. Ia juga memperingatkan tentang bahaya mengabaikan pentingnya menjaga bahasa.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidatonya pada hari Rabu saat upacara Penghargaan Khusus Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata 2019-2020

Erdogan menunjukkan perlunya mengembangkan dan melestarikan budaya serta tidak mengabaikan bahasa yang merupakan alat untuk menyebarkan budaya tersebut.

Dia menekankan bahwa bahasa adalah elemen terpenting dari budaya, dan tanpanya, manusia, masyarakat, keluarga, budaya, dan peradaban tidak akan ada.

Presiden menekankan bahwa negara-negara yang tidak melindungi bahasa mereka dan tidak bisa memperkaya bahasa mereka pasti akan tumbang, seperti pohon yang akarnya mengering.

“Saya yakin kita bisa melindungi budaya, identitas, sejarah dan seni kita selama kita melindungi bahasa kita,” tambah dia.

Presiden mengatakan bahasa Turki telah menjadi sasaran pembantaian kata terbesar dalam sejarah dalam cara menyederhanakan bahasa.

“Larangan yang diberlakukan pada kata-kata yang telah kita gunakan selama berabad-abad tidak cukup untuk membebaskan bahasa kita dari cengkeraman bahasa asing, seperti yang diklaim,” ujar dia.

Ia melanjutkan, “Pemuda kita saat ini bahkan tidak dapat membaca dan memahami tulisan dari batu di kuburan nenek moyang mereka yang meninggal seabad yang lalu.”

“Persoalan ini tidak terbatas pada anak muda, tapi ada lulusan perguruan tinggi yang kesulitan membaca buku yang berusia 70-80 tahun,” kata Presiden.

Dan Erdogan menambahkan, “Kami tidak dapat membuat kemajuan dalam masalah lain sebelum kami memberikan perhatian dan perhatian yang layak untuk bahasa kami.”

Presiden Erdogan menggambarkan Turki sebagai negara yang telah terletak di persimpangan peradaban sepanjang sejarah, dan berkata: “Selain Istanbul, yang merupakan nilai tersendiri, ada tempat lain di setiap sudut Turki seperti Hatay, Kayseri, Ürgüp, Hasankeyf, Ephesus dan Hattusa yang berfungsi sebagai tempat lahir peradaban sepanjang sejarah.”

Baca juga  Turki kutuk penghinaan terhadap Erdogan, Yunani membela: Uni Eropa lindungi kebebasan berekspresi dan pers

“Bangsa kita, terus memperkaya peradaban kuno yang membentang ribuan tahun, telah menghasilkan karya-karya unik di berbagai bidang budaya mulai dari arsitektur dan musik hingga kaligrafi dan sastra.” lanjutnya.

Sumber: TurkPress, AA

4 5 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
@rijen.atjeh
1 month ago

Mereka telah teracuni oleh budaya/Doktrin penjajah maka dari itu mereka tidak tahu betapa indah nya sejarah yang telah di ukir èndatu mereka.
Pemuda Atjèh telah hilang jati diri nya mereka tidak bangga lagi dengan sejarah nya.

error: Content is protected !!
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x