Friday, March 5, 2021
Eropa

Macron menolak minta maaf atas kejahatan penjajahan Prancis di Aljazair

TURKINESIA.NET – PARIS. Presiden Prancis Emmanuel Macron tidak berniat mengeluarkan permintaan maaf resmi atas eksploitasi Prancis dan pertumpahan darah di Aljazair, kata kantor kepresidenan Prancis pada hari Rabu.

Pernyataan itu diutarakan menjelang publikasi laporan besar tentang bagaimana Prancis menangani masa lalu kolonialnya di negara Afrika Utara tersebut.

Tidak akan ada “penyesalan atau permintaan maaf” untuk pendudukan Aljazair atau perang berdarah delapan tahun yang mengakhiri 132 tahun pemerintahan Prancis, kata kantor Macron. Pernyataan itu menambahkan bahwa pemimpin Prancis malah akan melakukan sejumlah “tindakan simbolis” yang ditujukan untuk mempromosikan rekonsiliasi.

Kekejaman yang dilakukan oleh kedua belah pihak selama Perang Kemerdekaan Aljazair 1954-1962 terus merenggangkan hubungan antara kedua negara selama enam dekade kemudian.

Macron telah melangkah lebih jauh daripada pendahulunya dalam mengakui kejahatan Prancis di Aljazair.

Rabu nanti, seorang sejarawan yang ditugaskan oleh presiden untuk menilai “kemajuan yang dibuat oleh Prancis dalam mengenang kolonisasi Aljazair dan Perang Aljazair” akan menyerahkan temuannya.

Namun, laporan Benjamin Stora tidak diharapkan untuk merekomendasikan agar Prancis mengeluarkan permintaan maaf melainkan menyarankan cara-cara untuk menjelaskan salah satu bab gelap sejarah Prancis dan mengusulkan cara-cara untuk mempromosikan penyembuhan.

Kepresidenan mengatakan, tahun depan Macron akan mengambil bagian dalam tiga hari peringatan yang menandai peringatan 60 tahun berakhirnya Perang Aljazair.

Sumber: Daily Sabah

3 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x