Friday, March 5, 2021
Afrika

Mesir jadikan konfliknya melawan Turki sebagai prioritas kebijakan luar negeri

TURKINESIA.NET – KAIRO. Kairo telah menjadikan konfliknya melawan Ankara sebagai prioritas kebijakan luar negeri, menjadikan semua kawasan sebagai medan pertempuran potensial, bahkan kawasan Sahel Afrika yang umumnya telah dikecualikan dari fokus negara Mesir.

Situs web Intelligence Online menambahkan bahwa setelah Libya dan Mediterania Timur, Mesir sekarang melakukan yang terbaik untuk menghadapi pengaruh Turki yang meningkat di wilayah Sahel.

Selain memberikan pelatihan praktis kepada pasukan Group of Five for the Sahel Joint Force (G5 Sahel) yang mencakup Mauritania, Chad, Mali, Burkina Faso, dan Niger, awal bulan ini Kairo memutuskan untuk meningkatkan kehadiran unit penjaga perdamaiannya di dalam Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Mali (MINUSMA).

Selain upayanya untuk memberikan kontribusi terhadap stabilitas kawasan, Mesir secara terbuka berupaya untuk melawan upaya Turki memperkuat kehadirannya, khususnya di tingkat ekonomi. Oleh karena itu, Kementerian Luar Negeri Mesir telah mengirimkan utusan ke wilayah Sahel dari Pusat Internasional untuk Resolusi Konflik, Penjaga Perdamaian, dan Pembangunan Perdamaian Kairo (CCCPA).

CCCPA didirikan pada tahun 1994 dan bertujuan untuk mempromosikan kepentingan kebijakan luar negeri Mesir di Afrika dan Timur Tengah. Pusat ini dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry dan beroperasi dalam koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Pertahanan serta badan intelijen seperti Direktorat Intelijen Umum yang dipimpin oleh Abbas Kamelyang berperan langsung dalam pelaksanaan tugas Mesir prioritas kebijakan luar negeri.

Dalam percakapan telepon dengan Presiden Mauritania Mohamed Ould Ghazouani pada 14 Desember, Abdel Fattah El-Sisi juga membahas kehadiran Turki di Afrika.

Sumber: Middle East Monitor

Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Ayam jantan dari timur
Ayam jantan dari timur
1 month ago

Setelah Muhammad Mursi di kudeta dengan tentara nya sendiri. Saat ini rezim yg berkuasa di mesir. Tikus nya zionist yahudi. dan semua keputusan dan kebijakan nya Melawan TURKI 🇹🇷.. Mesir menjalankan propaganda untuk menyesatkan umat Islam dan publik. Sebgaimana menurut mesir, yg sdh di kontrol dengan zionist yahudi, Ikhwanul Muslimin di cap sebagai organisasi teroris.. agar Morsi Morsi lain nya tdk ada. Namun kenyataan nya terbalik Ikhwanul muslimin kini punya anak didikan PM ERDOGAN & Emir Qatar yg menggetarkan Eropa Dan barat, Amerika, nato, dan rezim2 munafiq sprti suriah, mesir, Bahrain, kini mereka mecari seribu cara prangkap agar PM ERDOGAN… Read more »

error: Content is protected !!
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x