Tuesday, March 2, 2021
Wisata

Berkat kesuksesan operasi anti-teror, Gunung Ararat akan dibuka kembali untuk wisatawan & pendaki

TURKINESIA.NET – AGRI / IGDIR.  Gunung Agri di Turki timur, juga dikenal sebagai Gunung Ararat, akan dibuka kembali untuk pendaki, berkat operasi anti-teror yang efektif.

Gunung tertinggi di negara itu yang dijuluki “atap Turki” dengan ketinggian 5.137 meter (16.853 kaki), terletak di  provinsi Igdir, perbatasan timur Turki.

Karena pemberontakan oleh teroris PKK, gunung tersebut ditutup untuk pendaki pada tahun 2015.

Berita tentang akan dibukanya kembali gunung tersebut disambut dengan antusias oleh masyarakat di wilayah itu.

Sementara banyak pendaki gunung telah mulai merencanakan kegiatan, masyarakat setempat juga menantikan hari-hari ketika pengunjung akan datang kembali ke wilayah tersebut.

Savci Sayan, walikota provinsi Agri, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa membuka kembali Gunung Agri untuk pendaki setelah waktu yang lama merupakan langkah yang sangat penting bagi kawasan dan perdamaian serta keamanan negara.

Ia menekankan bahwa pembukaan kembali memiliki dimensi pariwisata dan keamanan

Tidak ada risiko terorisme di wilayah tersebut, tambahnya.

“Kepercayaan sangat penting dalam pariwisata. Mendaki memiliki nilai yang tinggi dalam hal psikologi masyarakat di wilayah tersebut. Gunung Agri adalah ibu kotanya sendiri. Sampai saat ini kita belum bisa memanfaatkan kas dan modal itu,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pendakian adalah “semangat” dari Proyek Great Mount Agri. Proyek tersebut akan berkontribusi pada ekonomi Turki, pariwisata dan pengembangan Agri, tambahnya.

Muhammed Akkus, ketua asosiasi fotografi dan alam di provinsi Igdir mengatakan, sudah ada keuntungan yang sangat positif dari masyarakat yang akan menyebabkan ledakan pariwisata yang besar.

“Gunung Agri jangan dianggap sebagai puncak. Itu adalah surga yang tersembunyi. Menjadi rumah bagi air terjun, danau, kawah meteor, hutan tersembunyi dan ribuan satwa liar, dibukanya Gunung Agri akan memberikan keuntungan besar bagi Turki,” tambah Akkus.

Turki meluncurkan Operasi Kapan dan Yildirim pada tahun 2020 dengan tujuan memusnahkan kelompok teror PKK separatis dan membersihkan wilayah dari teroris.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan UE – bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.

Sumber: Anadolu Agency English

5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x