Minggu, Januari 16, 2022
Amerika

Dubes AS: PKK bertanggung jawab atas pembantaian warga Turki di Irak utara

TURKINESIA.NET – ANKARA. David Satterfield, duta besar Amerika Serikat untuk Turki, telah menegaskan bahwa AS menganggap kelompok teroris PKK bertanggung jawab atas pembantaian (warga Turki) di gua di Irak utara baru-baru ini, kata Kementerian Pertahanan Nasional Turki (MSB) dalam sebuah pernyataan, Senin malam.

Dalam pernyataannya, kementerian mengatakan bahwa Satterfield juga menyampaikan belasungkawa untuk 13 korban.

Sebelumnya pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Mevlüt Çavuşoğlu mengadakan panggilan telepon dengan Menlu AS, Anthony Blinken.

“Sekretaris menyatakan belasungkawa atas kematian sandera Turki di Irak utara dan menegaskan pandangan kami bahwa teroris PKK memikul tanggung jawab,” kata pernyataan dari Departemen Luar Negeri AS mengenai seruan tersebut.

Teroris PKK mengeksekusi 13 warga Turki di sebuah gua di Irak utara setelah menculik mereka dan menembak sebagian besar dari mereka di kepala.

“Dalam penyelidikan awal, ditetapkan bahwa 12 warga kami yang tidak bersalah dan tidak bersenjata ditembak di kepala dan menjadi martir, sementara satu lagi ditembak di bahu dan menjadi martir,” kata Menteri Pertahanan Nasional Turki, Hulusi Akar.

Kabar duka itu datang ketika Turki tengah melakukan operasi anti-teror Claw-Eagle 2 di Irak utara.

“Sementara kegiatan kami di daerah Operasi Claw-Eagle 2 terus berlanjut, dalam pencarian gua yang dikendalikan usai bentrokan hebat, 13 mayat warga kami yang diculik telah ditemukan,” kata Akar.

Berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari dua teroris yang ditangkap hidup-hidup, warga kami dibunuh di awal operasi oleh teroris yang bertanggung jawab atas gua tersebut,” katanya. Ia menambahkan bahwa semua eksekutor di dalam gua tersebut telah ditangkap atau dibunuh.

Empat puluh delapan teroris tewas dalam operasi darat dan dua teroris ditangkap hidup-hidup, kata Kementerian Pertahanan. Di antara 48 teroris yang tewas, terdapat tiga teroris tingkat tinggi sementara tiga tentara Turki menjadi martir dan tiga lainnya terluka pada awal operasi darat.

Baca juga  Turki panggil dubes AS terkait klaim Armenia soal tragedi 1915

“Dengan operasi yang sebagian besar dilakukan menggunakan persenjataan yang dikembangkan di dalam negeri, kelompok teror itu mendapat pukulan berat di wilayah (Gara),” tambah Akar.

“Operasi telah selesai. Elemen darat dan udara kami telah kembali ke pangkalan dan barak mereka dengan selamat,” lanjut Akar, di pusat operasi di perbatasan di provinsi tenggara Şırnak.

Akar menekankan alasan di balik peluncuran operasi tersebut adalah hak Turki untuk membela diri menurut hukum internasional, untuk mencegah upaya kelompok teror PKK membangun kembali kekuatan yang sering mereka gunakan untuk melakukan serangan lintas batas yang menargetkan personel militer maupun sipil.

Turki juga ingin mengkonfirmasi informasi intelijen tentang warga Turki yang diculik oleh teroris yang tidak diungkapkan karena alasan keamanan dan untuk mengambil tindakan yang diperlukan, katanya.

Selama serangan militer Turki, lebih dari 50 target teror, termasuk depot amunisi, gua dan pangkalan di Gara telah dihancurkan.

Pada pertengahan 2014, PKK berhasil membangun pijakan di Irak khususnya di wilayah Sinjar dengan dalih melindungi komunitas Yazidi setempat dari teroris Daesh. Sejak itu, PKK dikabarkan telah mendirikan pangkalan komando baru di Sinjar untuk melakukan kegiatan logistik.

Turki telah lama menekankan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir ancaman yang ditimbulkan terhadap keamanan nasionalnya dan telah meminta para pejabat Irak untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membasmi para teroris.

Baru-baru ini, Menhan Akar mengungkapkan bahwa Turki siap memberikan bantuan kepada Irak dalam membersihkan teroris dari wilayah tersebut. Pemerintah Daerah Kurdistan Irak (KRG) menyebut kehadiran PKK di Sinjar tidak dapat diterima dan mendesak para militan untuk meninggalkan daerah tersebut.

Dalam lebih dari 40 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa – bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x