Sabtu, September 18, 2021
Lifestyle

Pakar kesehatan: Di Turki, merokok membunuh lebih banyak orang daripada Covid-19

TURKINESIA.NET – ANKARA. Penggunaan tembakau dan infeksi virus corona bisa menjadi kombinasi yang mematikan. Seorang ahli kesehatan memperingatkan bahwa merokok saja lebih mematikan daripada virus tersebut.

Cevdet Erdöl, rektor Health Sciences University mengatakan, jumlah orang yang meninggal karena Covid-19 dalam satu tahun di Turki sekitar 28.000, sedangkan jumlah yang meninggal karena penyakit terkait merokok sekitar 120.000. Erdöl mengatakan jumlah ini juga termasuk 20.000 orang yang meninggal karena penyakit yang terkait dengan perokok pasif.

“Merokok dan virus corona sendiri berbahaya. Ketika keduanya digabungkan, kerusakannya sangat parah. Diperkirakan virus corona akan semakin merugikan perokok,” ujarnya kepada Anadolu Agency (AA), Minggu.

Turki tahun lalu telah memberlakukan larangan merokok di luar ruangan di tengah kekhawatiran bahwa orang yang melepas masker mereka untuk merokok dapat menyebabkan infeksi baru.

Para ahli berulang kali meminta perokok untuk menghentikan kebiasaan itu karena memperburuk kerusakan akibat virus corona pada paru-paru yang sudah dirusak karena dampak merokok. Erdöl mengatakan merokok itu sendiri adalah “pandemi” dan perlu larangan habis-habisan.

“Merokok adalah penyebab utama penyakit kardiovaskular dan kanker, terutama kanker paru-paru. Ini merusak paru-paru dan vena. Demikian pula, Covid-19 menyebabkan pembekuan di dalam pembuluh darah dan menyebabkan kerusakan paru-paru,” kata Erdöl.

Ia juga mengingatkan tentang penggunaan hookah, terutama penggunaan hookah yang sama oleh perokok yang berbeda.

“Hookah sama dengan menghisap lima bungkus rokok. Ketika dibagikan, itu memberikan lahan subur untuk Covid-19 dan penyakit menular lainnya untuk menyebar. Sayangnya, ini sangat populer di kalangan anak muda,” ujarnya.

Sebuah studi yang melibatkan 1.500 pasien virus corona yang diadakan antara Maret dan Juli 2020 oleh Turkish Thoracic Society menunjukkan bahwa perokok aktif menghadapi risiko kematian tiga kali lipat lebih tinggi jika dibandingkan dengan bukan perokok.

Baca juga  Turki gaji karyawan cuti yang tidak dibayar perusahaan dan salurkan uang tunai untuk 2,3 juta keluarga

Sumber: Daily Sabah

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x