Selasa, Oktober 19, 2021
EditorialErdoganpedia

Erdogan presiden lemah atau pengecut?

TURKINESIA.NET – EDITORIAL. Saat kezaliman terjadi terhadap umat Islam di berbagai belahan dunia, banyak suara-suara nyinyir yang mendesak Erdogan untuk berperang melawan musuh. Seolah Turki saat ini adalah sebuah negara adidaya sebagaimana era Ottoman. Seolah Erdogan adalah seorang pahlawan super yang sanggup menghadapi puluhan musuh dalam waktu bersamaan.

Apakah Erdogan seorang yang lemah atau pengecut? Sebelum menghakimi Erdogan, mari kita lihat beberapa fakta berikut ini terlebih dahulu.

Erdogan punya banyak musuh, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Musuh-musuh Erdogan di dalam negeri:

 

Partai Rakyat Republik dan kaum sekuler

Erdogan hanya terpilih sebagai presiden dengan 52% suara. Artinya hampir setengah dari rakyat Turki tidak memilih Erdogan sebagai presiden. Dari jumlah 52% itupun, tidak semua pemilih Erdogan dari kalangan Islamis. Banyak juga dari kalangan sekuler pemuja Kemal Attaturk, namun mereka lebih memilih Erdogan daripada kandidat dari Partai Rakyat Republik yang sekuler, karena melihat kinerja dan keberhasilan Erdogan memimpin sejak menjadi Walikota Istanbul. Banyak pemilih Erdogan yang masih labil, bukan pemilih setia. Erdogan dan partainya harus bisa meraih simpati rakyat, walaupun terkadang terpaksa menerapkan atau mengikuti beberapa kebijakan atau tindakan yang dia sendiri tidak menyukainya, seperti menghormati beberapa acara kenegaraan warisan “bapak pendiri bangsa, Mustafa Kemal.” Jika tidak begitu, kemungkinan dia tidak dapat terpilih sebagai presiden. Resiko perjuangan secara demokrasi di sebuah negara sekuler. Berbeda dengan para raja Arab yang memiliki kekuasaan penuh secara turun temurun.

 

Penghianat FETO (Fetullah Terrorist Organisation)

Upaya percobaan kudeta 15 Juli 2016 cukup mengejutkan banyak pihak. FETO pimpinan Fethullah Gulen yang bermukim di Amerika Serikat berupaya menggulingkan pemerintahan Erdogan melalui kudeta dengan melibatkan ‘anak-anak ideologisnya’ yang sudah puluhan tahun disusupkan ke tubuh militer, kepolisian dan pengadilan. Upaya kudeta itu berhasil digagalkan oleh kekuatan rakyat yang turun ke jalan-jalan seluruh Turki, terutama Istanbul dan Ankara. Hingga hari ini, 5 tahun pasca upaya kudeta, tubuh militer Turki belum bersih dari para penyusup. Setiap bulannya, masih terus terjadi penangkapan terhadap para penghianat. Fethullah Gulen pun masih aman di bawah perlindungan Amerika.

Baca juga  Presiden Turki dan PM Pakistan bahas krisis Pakistan-India via telepon

 

Pemberontak PKK

Turki di kelilingi oleh ancaman pemberontak di luar perbatasannya, baik di Suriah maupun Irak utara, dan juga di dalam negeri di wilayah berpenduduk mayoritas Kurdi. Dalam lebih dari 40 tahun kampanye terornya melawan Turki, kelompok teroris PKK bertanggung jawab atas kematian setidaknya 40.000 orang.

Cabang PKK di Suriah, YPG, mendapat dukungan persenjataan dari AS. Senjata-senjata yang disumbangkan oleh AS dengan dalih untuk memerangi ISIS Sebagian diselundupkan ke Turki dan juga Irak utara, untuk melancarkan serangan-serangan terhadap Turki. PKK/YPG juga mendapat dukungan dari negara-negara Eropa, terutama Prancis. Mereka bebas merekrut anggota dan sumber pendanaan di Eropa.

Pasukan Turki terus melancarkan serangan ke markas-markas PKK, memburu mereka hingga ke gua-gua persebunyian. Tahun 2021, Turki akan melakukan 9.630 operasi kontra-teror hingga Oktober, kata Kementerian Dalam Negeri.

 

Musuh luar negeri:

Selama ini, kita bisa melihat permusuhan terang-terangan Yunani dengan Turki, terutama menyangkut masalah Mediterania timur. Di belakang Yunani, ada Prancis yang selalu memanas-manasi suasana. Di tambah lagi, Sebagian besar negara Uni Eropa juga berpihak ke Yunani.  Beberapa negara Arab pun, seperti Arab Saudi, UEA dan Mesir karena permusuhan mereka terhadap Turki, mendekat ke Yunani dengan melakukan kerja sama dan Latihan militer Bersama.

Sanggupkah Turki menghadapi Rusia+Prancis+Mesir+UEA atas apa yang terjadi di Suriah atau Libya?

Sanggupkah Turki sendirian menghadapi Amerika Serikat+Israel dan sekutunya atas apa yang terjadi di Palestina?

Sanggupkah Turki menghadapi China atas apa yang terjadi terhadap Muslim Uighur di Turkishtan timur?

Sanggupkah Turki membantu Pakistan menghadapi India atas apa yang terjadi di Kashmir?

Tidak!

Bermusuhan dengan semua negara besar itu akan menjerumuskan Turki ke dalam kehancuran dalam waktu singkat, bahkan lebih buruk dari apa yang telah terjadi terhadap Ottoman dalam Perang Dunia I ketika harus berhadapan dengan berbagai front dari Eropa, Asia hingga Afrika.

Baca juga  Ketika si Prancis bangsat teriak kebebasan berekspresi

Namun demikian, Turki di bawah Erdogan telah berusaha melakukan yang terbaik sesuai kemampuannya untuk membantu orang-orang yang tertindas di dan dari seluruh dunia. Turki telah menjadi “rumah aman” bagi orang-orang yang terzalimi dari berbagai negara. Ada 4 juta lebih pengungsi dunia di Turki, 3’6 juta berasal dari Suriah, sisanya dari berbagai negara Afrika dan Timur Tengah lainnya. Turki juga telah banyak memberikan kewarganegaraan kepada warga Ahiska, Uighur, Suriah. Menurut Persatuan Dunia Turki Ahiska, Turki telah memberikan kewarganegaraan kepada lebih dari 40.000 orang Turki Ahiska yang tinggal di Turki. Sedangkan Uighur, ada sekitar 50.000 warga Uighur yang tinggal di Turki.

Selain itu, Turki juga selalu terdepan dalam aksi kemanusiaan bagi pengungsi di dalam wilayah Suriah, warga Palestina, Rohingya.

Tak perlu beranggapan berlebihan terhadap Erdogan. Ia bukan sultan, raja atau Khalifah. Ia hanya seorang anak pinggiran Istanbul yang berasal dari keluarga miskin. Bukan anak raja atau jenderal. Hanya anak seorang penjaga dermaga dan ibu rumah tangga biasa. Namun keshalihan kedua orangtuanya membuat Erdogan bisa sukses melesat menjadi seorang tokoh. Erdogan hanya seorang presiden biasa yang berusaha melaksanakan amanah dengan sebaik mungkin, pertama terhadap rakyatnya sendiri, selebihnya terhadap umat Islam secara umum. Ia juga berusaha untuk tidak diam dan mengecam setiap kezaliman, demi membangun kesadaran untuk generasi muda Islam. []

*Tulisan milik Turkinesia, tidak diizinkan copy-paste terutama www.portal-islam.id

4.2 36 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
6 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
AreeyAgung
AreeyAgung
5 months ago

Siapa yang berani melawan teman Rusia di suriah di Libya di Armenia hanya Turki dengan pemimpin nya presiden Erdogan

Wira
Wira
5 months ago

Kenapa sich hrs memperlihatkan permusuhan thd portal islam di depan publik ?. Lapang dada kek. Bicara kebangkitan islam tp masih hobby mencaci di depan publik.

Admin Turkinesia
Admin Turkinesia
5 months ago
Reply to  Wira

Portal Islam banyak mengambil berita dari website kami, hasil kerja keras kami, tanpa meminta izin. Banyak tulisan dari rekan kami di beranda mereka juga sering diambil begitu saja tanpa izin dari penulis. Sudah ditegur juga tidak dihiraukan oleh adminnya. Anda pernah duduk sampai 3 jam untuk menyelesaikan sebuah tulisan? Lalu ketika tulisan itu jadi dan di posting, tiba-tiba website lain hanya tinggal copy-paste. Lalu ketika orang-orang mencari berita terkait di mesin mencarian Google, dapatnya malah dari portal tukang Copas, bukan dari website asal tulisan, karena web tukang copas lebih maju dan bersahabat dengan mesin pencarian. Tulisan itu punya hak intelektual,… Read more »

Last edited 5 months ago by admin
ABIR
ABIR
5 months ago
Reply to  Wira

INI MASALAH ADAB (TOTO KROMO)

Wildan Zaelani
Wildan Zaelani
5 months ago

Selalu dukung Turki dengan presiden pak Erdogan semoga tetap dalam lindung an Allah SWT

trackback

[…] Erdogan presiden lemah atau pengecut? […]

error: Content is protected !!
6
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x