Senin, November 29, 2021
Pendidikan

Mahasiswa Gaza di Turki khawatirkan nasib keluarga mereka

TURKINESIA.NET – ANKARA. Warga Palestina yang sedang berkuliah di Turki semakin khawatir akan kehidupan keluarga mereka karena Israel terus menyerang Palestina. Namun, mereka juga menegaskan bahwa perjuangan mereka akan terus berlanjut sampai Israel mengakhiri pendudukannya.

Serangan lanjutan Israel di Jalur Gaza sejak 10 Mei telah menewaskan 200 orang, termasuk 59 anak-anak dan 35 wanita, kata kementerian dalam sebuah pernyataan, sementara 1.305 orang telah terluka selama serangan itu. Di antara mereka yang terluka adalah seorang ahli saraf Palestina yang pernah belajar di Turki.

Mahasiswa Palestina mengatakan kepada Anadolu Agency (AA) bahwa mereka tidak dapat menghubungi keluarga mereka karena jalur komunikasi terputus. Mereka mencoba mengikuti perkembangan di negara mereka melalui siaran TV.

Mariam Jamal Ghunaim, seorang mahasiswi doktoral di Universitas Dokuz Eylül provinsi Izmir yang berasal  dari Gaza menyatakan bahwa, tinggal jauh dari keluarga sulit baginya di saat Gaza sedang dibombardir. Ia mengkhawatirkan teman dan kerabatnya.

Mariam mengatakan bahwa tidak mungkin untuk menggambarkan lahir dan hidup di negara yang berperang dan di bawah pendudukan.

“Saya saat ini di Turki untuk pendidikan, saya aman, namun keluarga, teman, dan kerabat saya sedang diserang. Seringkali saya tidak dapat menghubungi mereka. Jalur komunikasi diputus oleh Israel. Saya takut kehilangan keluarga saya, rumah saya tempat saya mengumpulkan banyak kenangan.”

Dia menyatakan bahwa Israel telah menutup Palestina dari dunia luar.

“Sementara Israel memotong suara kami, mereka menunjukkan kepada pers internasional setiap detail kecil tentang rakyatnya sendiri, menjadikannya fiksi. Israel selama bertahun-tahun memblokir Gaza, membunuh rakyat kami tanpa membedakan antara bayi, anak-anak, dan orang tua. Di negara kami, kami bahkan tidak bisa pergi ke pasar, takut keluar,” katanya, menunjukkan bahwa kebanyakan orang tidur dengan pakaian lengkap karena mereka mungkin harus melarikan diri kapan saja.

Baca juga  Anak penjual gorengan dari Sumenep terima penghargaan Presiden Erdogan

Mahasiswa lain dari Gaza, Zaid Isleem, yang kuliah di Fakultas Komunikasi Universitas Ankara, menyatakan bahwa perjuangan Palestina pada akhirnya akan berakhir dengan kemenangan.

“Ketika saya dapat berbicara dengan keluarga dan teman saya di telepon, saya mendengar suara pemboman berturut-turut yang dapat saya bayangkan mendarat di dekat mereka. Ini adalah suara yang menakutkan. Saya merasa sedih tidak bersama mereka.”

Miral Omar Hamad, seorang mahasiswa ilmu politik dan hubungan internasional di Universitas Boğaziçi Istanbul, menyatakan bahwa serangan terbaru Israel berbeda dari sebelumnya.

“Israel telah membom kota kami selama bertahun-tahun. Selama bertahun-tahun, Gaza telah diblokade. Ini diketahui dan tidak mengejutkan kami, namun, kali ini bukan serangan biasa, ini adalah perang.”

Hamad menambahkan bahwa Israel melanggar aturan perang dan hak asasi manusia di depan mata dunia. “Dunia, di sisi lain, bahkan tidak dapat menerbitkan pesan kecaman terhadap Israel.”

Sumber: Daily Sabah

votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x