Senin, Januari 17, 2022
TN Menjawab

Tahukah Anda, 20% lebih penduduk Israel adalah orang Arab

TURKINESIA.NET – TAHUKAH ANDA? Jumlah populasi Arab di Israel (عرب إسرائيل (العرب الإسرائيليون menurut data tahun 2012 sebanyak 1,658,000. Lebih dari 278,000 di Yerusalem Timur dan Dataran Tinggi Golan (2012). Dari 20% tersebut 83.8% Islam (kebanyakan Sunni), Kristen 8.4% dan Druze 8.2%.

 

Peta populasi Arab, 2015

Mengutip Wikipedia, warga Arab di Israel atau populasi Arab di Israel adalah warga negara Israel yang warisan lingusitik dan budaya atau identitas etnisnya adalah Arab. Kebanyakan orang Arab di Israel adalah Muslim namun beberapa adalah Kristen atau Druze. Beberapa diidentifikasikan sebagai orang Palestina dan umumnya menyebut diri mereka sendiri sebagai warga Palestina di Israel.

Kebanyakan warga Arab di Israel merupakan dwi-bahasa, bahasa kedua mereka adalah bahasa Ibrani Modern. Menurut afiliasi keagamaan, kebanyakan adalah Muslim, terutama Sunni. Terdapat minoritas Kristen Arab signifikan dari berbagai denominasi Kristen serta Druze, dan juga komunitas keagamaan lainnya.

Menurut Biro Statistik Pusat Israel, populasi Arab pada 2013 diperkirakan berjumlah 1,658,000, mewakili 20.7% dari populasi negara tersebut. Beberapa memiliki keluarga berdarah Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza, serta para pengungsi Palestina di Yordania, Suriah dan Lebanon. Negev Bedouin dan Druze lebih diidentifikasikan sebagai warga Israel ketimbang warga Arab di Israel.

Keberadaan warga Muslim di Israel tak terlepas dari konflik yang berlangsung di Palestina pada 1948. Usai deklarasi pembentukan negara Israel, orang-orang Yahudi mencaplok sebagian besar wilayah Palestina.

Berdasarkan mandat Inggris, wilayah itu akhirnya terbagi tiga: wilayah Israel, kawasan Tepi Barat yang dikuasai Yordania, serta Jalur Gaza (Mesir). Akibat perang Arab-Israel, negara Yahudi itu merampas lebih banyak wilayah kediaman warga Arab Palestina.

Baca juga  Ini sebabnya Turki sejauh ini berhasil mengatasi Covid-19

Orang-orang Arab Palestina sudah menetap di sana sejak lama sejak Khalifah Umar bin Khatab RA menaklukkan Yerusalem tahun 637 M. Mereka datang dari berbagai negara, seperti Persia, Yaman, Mesir, dan banyak lagi.

Kebanyakan orang Arab yang tinggal di Yerusalem Timur dan Dataran Tinggi Golan, yang diduduki oleh Israel pada Perang Enam Hari tahun 1967 dan kemudian dianeksasi, ditawarkan kewarganegaraan Israel, tetapi kebanyakan menolak, tak ingin mengakui klaim kedaulatan Israel. Mereka menjadi pemukim permanen sebagai gantinya. Mereka yang berhak atas kewarganegaraan, dapat memasukki layanan munisipal, dan memiliki hak suara munisipal.

Di kawasan yang lantas diduduki Israel, terdapat sekitar 950 ribu warga Arab Palestina. Kemudian, sekitar 80 persennya memilih mengungsi karena intimidasi dan tinggal menyisakan 156 ribu jiwa.

Inilah cikal bakal warga Arab di Israel. Sebagian lagi adalah yang berasal dari Tepi Barat dan Jalur Gaza yang memperoleh kewarganegaraan Israel berdasarkan aturan unifikasi keluarga sehingga kian menambah jumlah mereka.

Pertambahan itu masih berlangsung hingga kini. Warga Muslim di Israel tercatat memiliki tingkat kelahiran yang tinggi. Rata-rata per tahun, satu dari empat kelahiran bayi, adalah Muslim.

Kontan, ini memicu kekhawatiran di Israel bahwa dalam beberapa tahun ke depan, jumlah orang Yahudi bisa tersalip. Diperkirakan, jumlah warga Muslim bisa mencapai 2 juta jiwa atau 24-26 persen dari populasi dalam kurun 15 tahun. Warga Israel kemudian mengistilahkan ‘bom waktu demografi’ terhadap fenomena tersebut.

Sementara itu, secara demografi, sebanyak 52 persen warga Muslim tinggal di Kota Yerusalem. Adapun sisanya tersebar di 11 wilayah lain di Israel. Totalnya, ada sekitar 112 kawasan komunitas Arab dan Muslim yang 89 persennya mencakup lebih dari 2.000 jiwa.

Baca juga  Beberapa gempa dahsyat yang pernah mengguncang Turki

Nazareth dikenal sebagai kota yang juga banyak dihuni warga Arab atau sekitar 65 ribu jiwa dengan 40 ribu-nya adalah Muslim. Sementara itu, kota warga Muslim adalah di Umm al Fahm dengan lebih dari 43 ribu Muslim, diikuti Kota Baqa Jatt dan Carmel City.

Biro Pusat Statistik Palestina (PCBS) memperkirakan pada 2020 jumlah penduduk warga Arab di Israel akan melebihi jumlah orang Yahudi.

Surat kabar the National Post melaporkan, PCBS menyatakan 5,8 juta warga Palestina saat ini hidup tersebar di Israel, Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur. Ini berbeda dengan jumlah orang Yahudi di Israel hanya enam juta jiwa. PCBS menyebut 2,7 juta warga Palestina telah tinggal di Tepi Barat, 1,7 juta jiwa di Gaza, dan 1,4 juta jiwa di Israel.

PCBS mengatakan berdasarkan kecepatan angka kelahiran maka pada 2016 jumlah warga Arab dan Yahudi akan sama. Namun, pada 2020, jumlah populasi warga Arab akan mencapai 7,2 juta jiwa mengalahkan orang Yahudi hanya 6,9 juta jiwa.

Populasi warga Palestina di seluruh dunia saat ini diperkirakan 13,7 juta. Pada akhir 2022 jumlah orang Palestina dan Yahudi (yang tinggal di antara Mediterania dan Sungai Yordan) diperkirakan sama besar. Masing-masing warga keduanya sekitar 7,1 juta jiwa.

Angka itu berdasarkan Biro Pusat Statistik Palestina (PCBS). Presiden PCBS Ola Awad melaporkan bahwa sekarang 5,2 juta warga Palestina tinggal di ‘Negara Palestina’, yakni Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem timur. Sekitar 6,2 juta orang Palestina tinggal di negara-negara Arab dan 738.000 lain tinggal di luar negeri.

Angka itu mencakup sekitar 1,6 juta warga Arab di Israel, yang oleh PCBS disebut sebagai orang Palestina yang tinggal di wilayah penjajahan Israel pada 1948. Secara keseluruhan, “Perkiraan PCBS menunjukkan bahwa sekitar 6,8 juta orang Palestina tinggal di Palestina yang bersejarah pada akhir 2020,” katanya dalam laporan yang diterbitkan di situs web resmi PCBS.

Baca juga  Kenapa ada tempat yang dipagari dan dibiarkan tanpa karpet di Hagia Sophia?

Awad menambahkan bahwa warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat diperkirakan 3,1 juta. Diperkirakan 2,1 juta warga Palestina tinggal di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas. Persentase pengungsi pada 2017 mencapai 42% dari total jumlah warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Dia juga menunjukkan bahwa total angka kelahiran di antara warga Palestina antara 2017 dan 2019 telah menurun menjadi 3,8 kelahiran dibandingkan 4,6 kelahiran pada 1999. Angka tersebut rata-rata dari 3,8 di Tepi Barat dan 3,9 di Jalur Gaza.

Sumber: Wikipedia, Republika, Media Indonesia

5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x