Senin, November 29, 2021
Timur Tengah

Indonesia diam-diam beli senjata Israel, 2020 saja capai 19 M lebih

TURKINESIA.NET – JAKARTA. Indonesia ternyata mengimpor cukup banyak dari Israel. Salah satunya adalah senjata. Impor senjata dari Israel mencapai nilai fantastis, senilai US$ 1,32 juta atau Rp 19,1 miliar (kurs Rp 14.500) pada tahun 2020.

Secara volume, impor senjata dari Israel mencapai 2.674 kilo gram (kg) atau 2,67 ton.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Sabtu (22/05/2021), impor senjata dari Israel meliputi tiga kode Harmonized System (HS).

Pertama, kode HS 93011000. Kode ini meliputi senjata artileri, seperti senapan, mortir, dan meriam howitzer yang merupakan dominasi dari impor yang sebesar US$ 1,28 juta.

Kedua, kode HS 93051000 atau suku cadang dan aksesori revolver serta pistol. Nilainya tercatat sebesar US$ 3.756.

Ketiga, kode HS 93059999 yang merupakan suku cadang dan aksesori revolver serta pistol heading 9302 dari kulit/tekstil lainnya. Nilainya mencapai US$ 41.091.

Masih dari data BPS, impor senjata dari Israel paling banyak masuk pada Oktober 2020, yaitu senilai US$ 1,28 juta.

Secara total, nilai impor senjata Indonesia sepanjang 2020 sebesar US$ 404,61 miliar. Itu berarti, impor senjata dari Israel hanya setara dengan 0,32% dari total impor senjata Indonesia sepanjang 2020.

Selain itu, produk yang banyak diimpor Indonesia dari Israel adalah mesin pemprosesan data otomatis (HS 752) yang bernilai US$ 39,58 juta. Kemudian ada alat telekomunikasi dan suku cadangnya (HS 764) dengan nilai US$ 3,93 juta.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia memiliki hubungan dagang dengan Israel. Saat ini, neraca perdagangan Indonesia masih surplus cukup besar terhadap Israel.

Berdasarkan data BPS yang diterima detikcom, Jumat (21/5/2021), neraca perdagangan Indonesia dengan Israel surplus sebesar US$ 284,91 juta. Pada periode tersebut, total ekspor Indonesia ke Israel mencapai US$ 630,36 juta.

Baca juga  Kantor lembaga bantuan Turki di Gaza dibom jet tempur Israel

Rinciannya, tahun 2016 sebesar US$ 103,15 juta. Selanjutnya tahun 2017 tercatat sebesar US$ 125,99 juta, tahun 2018 sebesar US$ 123,04 juta, tahun 2019 sebesar US$ 120,63 juta, dan tahun 2020 US$ 157,52 juta.

Sementara total nilai impor dari Israel mencapai US$ 345,45 juta sejak 2016-2020. Rinciannya, pada tahun 2016 sebesar US$ 109,93 juta. Tahun 2017 sebesar US$ 106,95 juta. Tahun 2018 sebesar US$ 46,68 juta.

Selanjutnya pada tahun 2019, nilai impor Indonesia dari Israel sebesar US$ 25,33 juta, dan pada tahun 2020 sebesar US$ 56,53 juta.

Saat ini, isu pemboikotan terhadap produk Israel kembali mencuat di tanah air di tengah konflik negara tersebut dengan Palestina. Ini bukan isu baru karena sejak 2016, Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah menyerukan boikot produk Israel.

Tapi di sisi lain, Indonesia sebenarnya masih rutin mengimpor berbagai produk dari Israel. Secara total, nilai impor produk Israel ke Indonesia sepanjang 2020 mencapai US$ 56,54 juta. Jumlah ini mencapai 0,03 persen dari total impor 2020 yang sebesar US$ 141,57 miliar.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lima golongan barang (SITC) utama yang diimpor Indonesia dari Israel sepanjang 2020. Barang impor terbesar yaitu produk mesin pemroses data dan perangkatnya (752) dengan nilai US$ 39,5 juta. Selanjutnya peralatan telekomunikasi dan suku cadangnya (764) senilai US$ 3,9 juta.

Lalu, peralatan manual dan mesin (695) dengan nilai US$ 3,7 juta. Terakhir, mesin jilid untuk buku dan percetakan (726) senilai US$ 1,4 juta. Barulah diurutan kelima senjata dan amunisi senilai US$ 1,32 juta.

Sejauh ini, Indonesia tidak memiliki kerja sama perdagangan Israel. Saat Jokowi menyerukan boikot di tahun 2016, Kementerian Perdagangan sudah pernah menjelaskan bahwa produk-produk Israel yang ada di tanah air selama ini masuk lewat jalur jual-beli negara ketiga.

Baca juga  Israel bom rumah pemimpin Hamas, 4 orang meninggal dunia

“Misalnya, ada trader asal Italia yang membeli produk Israel, lalu dia menjual barang itu lewat trader lain yang mengimpornya ke Indonesia.” kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan saat itu, Iman Pambagyo.

Juru bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, pun menyatakan impor senjata ini tidak dilakukan oleh pihaknya.

“Tidak ada pengadaan dari pihak Kementerian Pertahanan,” kata Dahnil saat dihubungi di Jakarta, Rabu, 19 Mei 2021.

Sumber: CNNIndonesia, Detik, Tempo

4.7 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x