Senin, November 29, 2021
Asia

Taliban: Turki juga harus keluar dari Afghanistan, namun di masa depan kami bisa jalin hubungan erat

TURKINESIA.NET – KABUL. Taliban telah menentang proposal Ankara untuk menjaga dan menjalankan bandara internasional Kabul setelah kepergian pasukan NATO yang dipimpin Amerika Serikat. Taliban mengatakan Turki juga harus menarik pasukannya sejalan dengan kesepakatan 2020.

Juru bicara kelompok Taliban, Suhail Shaheen, di Doha, Qatar, Kamis (11/6/2021), mengatakan bahwa sebagai bagian dari NATO dan koalisi, militer Turki harus hengkang dari Afghanistan, tidak ada pengecualian.

“Dalam 20 tahun terakhir Turki bagian dari pasukan NATO, jadi mereka juga harus mundur dari Afghanistan berdasarkan Kesepakatan yang kami tanda tangani dengan AS pada 29 Februari 2020,” kata Suhail Shaheen kepada Reuters.

“Jika tidak, Turki adalah negara Islam yang hebat. Afghanistan memiliki hubungan historis dengannya. Kami berharap dapat menjalin hubungan yang erat dan baik dengan mereka sebagai pemerintahan Islam baru yang didirikan di negara itu di masa depan,” tambahnya.

Belum lama ini, Ankara telah menawarkan untuk menjaga dan menjalanka Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul setelah AS dan pasukan NATO lainnya menarik diri dari Afghanistan.

Proposal Turki untuk menjaga bandara Kabul menjadi perhatian serius bagi koalisi dan sejumlah organisasi internasional yang ingin mengevakuasi personel mereka dengan aman dari Afghanistan jika pertempuran mengancam ibu kota.

“Kami berniat tinggal di Afghanistan tergantung kondisi. Bagaimana kondisi kami? Dukungan politik, keuangan, dan logistik. Jika ini terpenuhi, kami dapat tetap berada di Bandara Internasional Hamid Karzai,” kata Menteri Pertahanan Hulusi Akar pekan ini. Menteri Luar Negeri Mevlüt Cavuşoğlu juga mengatakan bahwa Turki sedang mendiskusikan keamanan bandara dengan AS, tetapi tidak ada negara yang dapat menangani misi tersebut tanpa dukungan.

Kementerian Luar Negeri Turki belum mau berkomentar atas permintaan Taliban itu. Menurut Pentagon, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin pada Kamis, 10 Juni 2021, melakukan pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar untuk mendiskusikan kerja sama bilateral dan masalah kawasan, namun tidak spesifik menyebut soal Afganistan.

Baca juga  Kasus Covid-19 melonjak, Bangladesh larang penerbangan dari Turki & Uni Eropa

Proses penarikan pasukan Amerika Serikat dari Afghanistan terus berlanjut secara bertahap. Amerika Serikat dan Sekutu dengan pelan mengurangi kehadiran pasukan mereka dari perang terlama yang pernah mereka lakukan di Afghanistan.

Di bawah kesepakatan yang dibuat pada Februari 2020 lalu dengan kelompok Taliban, semua pasukan militer Amerika Serikat akan keluar dari Afganistan per 1 Mei 2020.  Akan tetapi, Presiden Biden mengatakan pada April 2021 lalu bahwa penarikan pasukan akan benar-benar rampung pada peringatan 20 tahun serangan 11 September 2001, yang jatuh pada tahun ini.

 

 

 

3 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Subata Pradja
Subata Pradja
5 months ago

This phenomenon, NATO leaving Afghanistan, has proved if Afghanistan has won the game. Afghanistan warriors will then be remembered by the world as most legend and danger warrior ever. Having been captured by the most shopisticated weapons by the most wicked soldiers, they kept alive and even won the game.
Anyhow, the phenomenon also shows that finally the world has choised the best solution for all.

error: Content is protected !!
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x