Senin, Januari 17, 2022
Tokoh

Erdogan bawa penerjemah berjilbab di KTT NATO, berikut beberapa fakta menarik tentang Fatima Abushanab

Erdogan bersama Fatima Abushanab

TURKINESIA.NET – TOKOH. Sejak pertemuan puncak antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Joe Biden Senin lalu dalam KTT NATO di ibu kota Brussels Belgia, penampilan sosok wanita berjilbab penerjemah Erdogan telah menjadi buah bibir netizen dan perhatian media.

Berikut beberapa fakta menarik tentang sosok penerjemah tersebut:

Pertama, muslimah itu bernama Fatima Abushanab, lulusan Hubungan International. Ia adalah seorang warga negara Turki berdarah Palestina. Ayahnya adalah keturunan Palestina bernama Ali Ahmad Abushanab. Sedangkan ibunya, Merve Kavakci adalah warga negara Turki yang kini menjabat sebagai Duta Besar Turki untuk Malaysia.

Kedua, ibunya, profesor doktor Merve Kavakci adalah seorang ikon perjuangan Muslimah Turki melawan rezim sekuler. Hafidzah Al-Qur’an ini adalah anggota parlemen Turki yang terpilih dari partai Fazilet-nya Erbakan pada tahun 1999, namun ia diusir oleh kalangan sekuler dan kewarganegaraannya dicabut.

Era pemerintahan Erdogan, seluruh haknya dikembalikan bahkan diberikan kehormatan sebagai duta besar Turki untuk Malaysia. Putrinya, Fatima, diberikan kepercayaan sebagai juru terjemah Erdogan di berbagai forum dunia dan berbagai pertemuan “empat mata” dengan pemimpin dunia lainnya.

Merve Kavakci, Dubes Turki untuk Malaysia, perjuangan panjangnya membela hijab berbuah manis

Ketiga, ini bukan pertama kalinya Erdogan membawa Fatima sebagai juru terjemah. Sebelumnya, Fatima juga terlihat saat Erdogan bertemu beberapa pemimpin dunia lainnya, seperti PM Pakistan Imran Khan, Kanselir Jerman Angela Markel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Keempat, video berikut, adalah Fatima dan ibunya, Merve Kavakci saat diusir dari sekolah dan diolok-olok oleh siswa lainnya atas arahan pihak sekolah yang sekuler. Mereka disoraki dengan teriakan
“Turki sekuler dan tetap akan sekuler!”
“Turki sekuler dan tetap akan sekuler!”
“Turki sekuler dan tetap akan sekuler!”

Baca juga  Warga Turki Ahiska kenang sejarah pilu 75 tahun pengasingan

Mereka menjadi sasaran kampanye sengit dan sistematis dan diperlakukan sebagai pengkhianat.

Kini, di bawah pemerintah Erdogan, dua Muslimah ini dimuliakan, diberikan kehormatan dan tanggung jawab untuk berbakti kepada agama dan bangsa.

Perjuangan Erdogan bersama AKP dalam mencabut larangan jilbab di Turki

3.5 6 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x