Selasa, Oktober 19, 2021
Teknologi

Terobosan baru, Turki ungkap proyek drone laut anti kapal selam

Turki ungkap proyek drone laut anti kapal selam

TURKINESIA.NET – ANKARA. Galangan Kapal Ares Turki membuat terobosan baru untuk menghasilkan kapal perang anti-kapal selam (ASW) nirawak.

Sebelumnya, Ares telah mengembangkan kapal permukaan tanpa awak lapis baja (AUSV) pertama di Turki, bekerja sama dengan Meteksan Defense Industry Inc. yang berbasis di Ankara.

Manajer umum Ares Shipyard Utku Alanç mengatakan bahwa kapal tersebut akan bergabung dengan ULAQ AUSV, kendaraan laut nirawak lainnya di galangan kapal itu.

Utku menngungkapkan hal itu di Pameran Industri Pertahanan Internasional ke-15 (IDEF 2021) pada hari Jumat.

“Desain kami untuk kapal perang anti-kapal selam tak berawak telah selesai. Kami melakukan yang terbaik untuk mengungkapnya pada tahun 2021,” ujarnya kepada Anadolu Agency (AA).

Utku Alanç mengingatkan bahwa ULAQ AUSV telah melakukan percobaan penembakan dengan peluru kendali laser di mana kapal itu mencapai target dengan akurasi yang tepat.

Kapal ASW tak berawak adalah produk terbaru galangan kapal Turki yang dipresentasikan di IDEF.

Ia menekankan bahwa mereka telah mengembangkan dua area produk yang berbeda dalam konsep kapal ASW.

“Terutama, kapal selam atau penyelam yang lebih kecil yang memasuki pelabuhan dan pangkalan penting untuk tujuan sabotase dipandang sebagai elemen yang mengancam akhir-akhir ini,” katanya.

Produk mereka dirancang untuk memenuhi kebutuhan di lapangan, tambahnya.

Alanç menegaskan, kontribusi mitra proyek, Meteksan Defense, sangat besar. Kapal tersebut akan diproduksi bersama seperti produk ULAQ pertama.

Ia menyatakan bahwa 90% dari suku cadang yang digunakan di semua kendaraan laut tak berawak diproduksi di dalam negeri.

Alanç juga menekankan bahwa sistem senjata yang digunakan sepenuhnya buatan dalam negeri.

Ia menunjukkan bahwa mereka akan memulai produksi pada bulan Oktober untuk kapal tempur permukaan yang dibutuhkan saat ini.

Baca juga  Selçuk Bayraktar: Perkembangan teknologi harus digunakan untuk perdamaian & kesejahteraan umat manusia

Mereka dapat memproduksi 50 kendaraan laut tak berawak per tahun setelah mereka memulai produksi massal.

Produk tersebut awalnya dirancang untuk penggunaan pasukan keamanan Turki, kata pejabat perusahaan itu; Namun, mereka juga mengincar ekspor pada periode mendatang.

Yang pertama, AUSV, memiliki daya jelajah 400 kilometer (249 mil), kecepatan 65 kph (40,3 mph), kemampuan penglihatan siang dan malam dan infrastruktur komunikasi terenkripsi nasional.

Drone laut yang dikendalikan dari jarak jauh itu dapat dioperasikan dari kendaraan darat dan dari pusat komando markas atau pada platform terapung.

Produk itu dapat melakukan tugas-tugas seperti pengintaian, pengawasan, intelijen, perang permukaan, perang asimetris, pengawalan bersenjata dan perlindungan kekuatan bersama dengan keamanan fasilitas strategis.

AUSV ini membawa pod dengan empat rudal Cirit yang dipandu laser dan dua peluncur rudal anti-tank jarak jauh (L-UMTAS) berpemandu laser, keduanya dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Turki terkemuka lainnya, Roketsan.

Mengomentari proyek galangan kapal lainnya, Alanç mengatakan bahwa, perusahaan Ares telah menjual produk ke Qatar selama sekitar lima tahun.

“Kami telah memproduksi hampir semua kapal armada baru dari Qatar Coast Guard Command. Kami telah melatih sekitar 400 personel, dan kami masih aktif bekerja di sana,” tegasnya.

Ares Shipyard juga aktif bekerja di Oman, sebutnya. Mereka memiliki proyek kapal militer yang sedang berlangsung di negara tersebut.

“Ini merupakan ekspor kapal pertama dari Turki ke Oman,” ujarnya.

Menurut apa yang dikatakan Alanç, galangan kapal Turki juga menjual kapal ke Afrika. Mereka sedang mempertimbangkan untuk memasuki pasar Amerika Selatan, meskipun itu dianggap sulit dalam waktu dekat.

Sumber: Daily Sabah

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x