Sabtu, September 18, 2021
Lifestyle

Setelah vaksinasi penuh, Turki akan berlakukan kembali sekolah tatap muka

ANKARA

Pemerintah Turki pada hari Selasa mengeluarkan pedoman baru untuk otoritas pendidikan lokal untuk guna memulai pendidikan langsung bulan depan.

Pedoman tersebut merekomendasikan vaksinasi penuh (dua dosis) untuk orang tua, guru, tenaga kependidikan, sopir bus sekolah dan pegawai kantin.

Pendidikan tatap muka mengalami hambatan baik tahun lalu dan tahun ini karena pandemi, memaksa pihak berwenang untuk beralih pada awalnya ke kelas jarak jauh dan kemudian ke model pendidikan hibrida dengan kelas online dan kelas tatap muka ditawarkan bersama.

Pekan lalu, pemerintah mengumumkan bahwa sekolah hanya akan dibuka dengan pendidikan tatap muka pada 6 September. Meskipun kasus virus corona setiap hari masih tinggi (sekitar 18.000), Turki mengandalkan program vaksinasi untuk mencegah lonjakan baru.

Sebelumnya, pihak berwenang mengumumkan bahwa para guru dan staf lain di sekolah akan diminta untuk secara teratur memberikan hasil tes reaksi berantai polimerase negatif (PCR) untuk menghadiri pendidikan tatap muka. Hal yang sama akan berlaku bagi yang tidak divaksinasi untuk perjalanan bus antar kota, penerbangan dan menghadiri acara-acara ramai di bioskop, ruang konser dan teater.

Di bawah pedoman baru, guru dan staf lain di sekolah akan diminta untuk menunjukkan hasil tes negatif dua kali seminggu. Semua sekolah akan diminta untuk menyimpan masker pelindung yang cukup untuk semua orang, mulai dari siswa hingga guru. Masker akan disediakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Sekolah juga telah diinstruksikan untuk membuang masker bekas dengan benar.

Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Kesehatan akan menyiapkan “sistem integrasi data” untuk melacak status kesehatan guru dan siswa. Itu dimaksudkan untuk memudahkan pelacakan kontak jika diperlukan. Staf pendidikan akan dilatih tentang pengendalian infeksi sebelum dimulainya tahun ajaran baru.

Baca juga  Gli, kucing kesayangan Hagia Sophia jatuh sakit

Semua siswa akan diwajibkan memakai masker ke sekolah, tetapi anak-anak dengan masalah perkembangan dan kondisi lain yang membuat mereka sulit memakai masker akan dikecualikan atau diharuskan mengenakan alat pelindung wajah. Mereka akan diberikan masker cadangan di sekolah. Masker dan pelindung wajah harus digunakan secara bersamaan dalam situasi yang membutuhkan kontak dekat.

Guru wajib memakai masker setiap saat di sekolah atau di area istirahat. Mereka akan diminta untuk mengganti masker jika mengajar ke kelompok siswa yang berbeda pada hari yang sama. Waktu untuk makan siang di sekolah dan makanan lainnya akan dibatasi.

Orang tua pengunjung tidak akan diizinkan masuk ke dalam gedung sekolah dalam banyak kasus, dan mereka akan diminta untuk memakai masker setiap saat jika diizinkan dalam kasus luar biasa.

Ruang kelas akan berventilasi baik dan siswa akan diinstruksikan untuk menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan selama istirahat di antara kelas. Saat berada di luar gedung, siswa, guru, dan staf lainnya akan diminta untuk memastikan jarak sosial dan tidak “membuat kerumunan.” Jam pelajaran akan diatur agar tidak memungkinkan banyak siswa hadir di sekolah pada waktu yang bersamaan. Durasi rata-rata satu kelas tidak akan melebihi 40 menit. Kegiatan musik akan tunduk pada aturan jarak sosial.

Sekolah akan diminta untuk meningkatkan waktu pembersihan umum sementara pembersih tangan akan ditempatkan di area umum.

Sumber: Daily Sabah

votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x