Minggu, Januari 16, 2022
Sejarah

Soğmatar: Kota kuno Anatolia tempat Nabi Musa pernah tinggal

Soğmatar: Kota kuno Anatolia

SANLIURFA

Kota kuno Soğmatar dengan sumur bersejarah, makam bebatuan, dan reliefnya telah menarik perhatian pengunjung lokal dan mancanegara. Soğmatar terletak sekitar 80 kilometer (50 mil) dari pusat kota Sanlıurfa yang dijuluki sebagai “kota para nabi.”

Rumor mengatakan bahwa Nabi Musa As., melarikan diri dari Fir’aun dan tinggal di kota kuno ini.

Dikatakan bahwa Nabi Musa bertemu dengan ayah mertuanya, Nabi Shuaib di wilayah ini.

Sebuah gundukan kota kuno yang terletak di tengah desa, berasal dari periode Chalcolithic dan digambarkan sebagai situs suci.

Gundukan tersebut menunjukkan bahwa Soğmatar didirikan sebelum Masehi. Sisa-sisa tembok dan benteng di bukit mengungkapkan bahwa gundukan itu digunakan sebagai istana selama bertahun-tahun.

Beberapa peninggalan arkeologi dari kota kuno Soğmatar, Sanlıurfa, Turki tenggara, 24 Agustus 2021. (AA Photo)

Kota kuno yang menampung ratusan sumur bersejarah, makam batu dan relief, juga menarik perhatian dengan bangunan kuil dewa bulan dan matahari.

Ketua Kamar Pemandu Wisata Regional Şanlıurfa Müslüm Coban mengatakan kepada Anadolu Agency (AA) bahwa kota kuno Soğmatar adalah salah satu situs bersejarah terpenting di kota tersebut. Ia juga menekankan bahwa ada struktur yang sangat menarik di wilayah tersebut.

“Soğmatar adalah salah satu tempat bersejarah yang paling menarik dan misterius di kota kami. Ada kuil terpisah di Soğmatar yang dianggap dibangun untuk bintang dan planet. Selain itu, ada relief dan pahatan yang diyakini dibuat khusus untuk dewa matahari dan bulan. Kota kuno ini merupakan pusat daya tarik dan menonjol sebagai tempat bersejarah yang luar biasa, terutama bagi para astrolog. Ada kelompok turis yang datang ke wilayah ini hanya untuk Soğmatar.”

Kamar Dagang dan Industri Sanlıurfa, Ketua Komite Pariwisata Mehmet Kamil Türkmen juga menyatakan bahwa Soğmatar adalah pusat penting agama politeistik. Ia menjelaskan bahwa penggalian di wilayah tersebut menjelaskan sejarah.

“Beberapa tahun yang lalu, mainan berusia 5.000 tahun ditemukan di wilayah ini. Mudah-mudahan, kami akan mempertimbangkan wilayah tersebut secara keseluruhan dan mengembangkan infrastruktur wilayah ini di masa depan,” ungkap wilayah Turkmen.

Baca juga  SEJARAH: Tanpa bantuan Ottoman, Prancis mungkin sudah musnah

Sumber: Daily Sabah

votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x