- Advertisement -
EkonomiIndonesia-Turki

Indonesia-Turki selesaikan perundingan kerja sama ekonomi komprehensif tahun ini

TURKINESIA.NET – JAKARTA. Indonesia dan Turki menyepakati penyelesaian perundingan Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA) tahun ini.

Dalam pertemuan antara Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan Turki Ruhsar Pekcan, kedua pihak sepakat meningkatkan kontak tim negosiator untuk mempersiapkan perundingan putaran keempat Oktober mendatang

“Penyelesaian perundangan ini penting di tengah ketidakpastian perdagangan global saat ini.” Ujar Menteri Enggar dalam siaran persnya,” Senin.

Menurut Enggar, Menteri Perdagangan Turki sepakat agar momentum ini dimanfaatkan untuk lebih mendekatkan hubungan ekonomi kedua negara.

Indonesia meminta Turki agar lebih selektif dalam menerapkan langkah pengamanan perdagangan seperti anti-dumping, anti-circumvention, maupun safeguard.

Kebijakan anti-dumping dan pengamanan perdagangan lainnya yang saat ini dikenakan pada Indonesia kami minta diterminasi bila sudah memasuki usia 10 tahun, ujar Menteri Enggar.

Turki menurut Menteri Enggar sebenarnya sudah menjelaskan bahwa kebijakan pengamanan perdagangannya telah sesuai dengan ketentuan di WTO, namun Indonesia menjelaskan sejumlah kesulitan yang dihadapi dalam proses investigasi.

“Menteri Perdagangan Turki sepakat untuk menugaskan timnya guna membahas hal ini dalam konteks perundingan CEPA.”

Menurut dia, Indonesia dan Turki masing-masing memandang mitranya sebagai potential hub untuk memasuki pasar di kawasan masing-masing.

Indonesia bisa memanfaatkan Turki sebagai pintu untuk memasuki pasar Timur Tengah, Eropa Selatan dan Afrika Utara.

Sebaliknya, Turki dapat menjadikan Indonesia sebagai basis untuk memasuki pasar ASEAN dengan jumlah penduduk 600 juta jiwa maupun Kawasan Regional Comprehensive Economic Partnership atau RCEP sebesar 3,5 miliar jiwa.

“CEPA yang sedang dirundingkan saat ini dapat menjadi insentif untuk mendorong tidak saja perdagangan kedua negara, tetapi juga investasi dua arah yang saling menguntungkan,” ujar Menteri Enggar.

Baca juga  Januari hingga Juni 2018 Turkish Airlines layani 43,2 juta penumpang

Perdagangan Indonesia-Turki pada 2018 tercatat sebesar USD1,79, naik dibanding tahun sebelumnya yang hanya USD 1,70 miliar.

Pada 2018 Indonesia meraih surplus USD634,9 juta dengan nilai ekspor sebesar USD1,81 miliar dan impor USD611,5 juta.

Pada periode Januari―April 2019 total perdagangan kedua negara mencapai USD503,7 juta dengan ekspor Indonesia sebesar USD381 juta dan impor sebesar USD 122,7 juta.

Duta besar Indonesia di Turki Lalu Muhammad Iqbal mengatakan Turki lebih terdampak fluktuasi kondisi perekonomian global dibanding Indonesia.

“Sebaliknya kinerja ekonomi Indonesia yang relatif baik telah menarik perhatian pelaku bisnis Turki untuk bermitra dengan Indonesia baik di bidang perdagangan maupun investasi,” ujar dia.

Produk Indonesia menurut dia sangat kompetitif di Turki.

“Apabila terwujud, CEPA antara kedua negara dapat mendongkrak nilai perdagangan kedua negara dan mendorong investasi dua arah,” ujar Iqbal.  [Anadolu Agency]

votes
Article Rating
admin
the authoradmin
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d bloggers like this: