Senin, Oktober 3, 2022
SejarahTokoh

Janji sederhana di balik kemenangan Adnan Menderes

Janji sederhana di balik kemenangan Adnan Menderes - Turkinesia

TURKINESIA.NET – Ali Adnan Ertekin Menderes (lahir di Aydin tahun 1899 – meninggal di Imrali, 17 September 1961 pada umur 62 tahun) merupakan seorang negarawan dan pemimpin Turki pertama yang dipilih secara demokratis dalam sejarah Turki. Ia menjabat sebagai Perdana Menteri Turki antara tahun 1950–1960. [Wikipedia]

Tahun 1946, Menderez memutuskan keluar dari Partai Rakyat Republikan (Cumhuriyet Halk Partisi, dalam bahasa Turki) dan mendirikan Partai Demokrat, menjadikan partai ini sebagai partai oposisi resmi ke-4 di Turki.

Sementara Partai Rakyat Republikan didirikan oleh Musthafa Kemal Attaturk, memerintah bangsa Turki sejak tahun 1945 di bawah kepemimpinan Presiden Ismet Inonu, yang menjadi pewaris Attaturk dan sekutu utamanya dalam konspirasinya menjatuhkan kekhalifahan.

Tidak menunggu lama, baru beberapa tahun dibentuk, partai yang didirikan Adnan Menderes ini berhasil memperoleh kemenangan pemilu dengan suara telak dan memungkinkannya memimpin pemerintahan tahun 1950.

Janji sederhana di balik kemenangan besar

Tiada janji penting yang dilontarkan kepada para pendukungnya selama masa kampanye kecuali janji yang sangat sederhana. Janji yang dilontarkan hanyalah tekad dan semangat untuk mengembalikan kumandang Adzan dengan berbahasa Arab sebagai ganti bahasa Turki dan diperbolehkannya masyarakat Turki membaca Al-Qur‘an dengan bahasa Arab yang merupakan bahasa aslinya sebagamana ketika diwahyukan kepada baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Adnan Menderes tidak dapat merealisasikan janji-janji yang dikampanyekannya kecuali setelah menduduki pusat kekuasaan dan pemerintahan, di samping memperbolehkan dibukanya kembali sebuah institut untuk pertama kalinya mempelajari ilmu-ilmu syariah sejak tahun 1923. Ditambah dengan memperbolehkan berdirinya berbagai pusat kajian Al-Qur’an.

[adinserter name=”Block 1″]

Adnan Menderes menjabat hingga tujuh tahun. Meskipun berbagai kemajuan ekonomi dan pembangunan berhasil dicapai pada masanya, akan tetapi kelompok sekular yang senantiasa menentang kebijakan-kebijakan politik dan pembangunan yang diputuskannya, melakukan konspirasi dan provokasi terhadap pihak militer, mengadakan berbagai demonstrasi, serta menimbulkan kekacauan di masyarakat, hingga faktor-faktor tersebut mendorong pihak militer turun tangan. Akibatnya dunia menyaksikan terjadinya kudeta militer untuk pertama kalinya di Turki tanggal 27 Mei 1960 dengan berbagai tuduhan yang dilontarkan, yang di antaranya memberi kebebasan gerakan keagamaan dan berupaya membangun koalisi dengan negara-negara bekas Uni Soviet.

Baca juga  Profil Jubir Hamas Abu Ubaidah: Kunci perang psikologis melawan Israel

Meskipun Adnan Menderes bukan tokoh Islam fundamental melainkan liberal, akan tetapi ketika ia berupaya menyentuh atau mengganggu kebijakan-kebijakan pemerintahan dan negara yang sekular sebagaimana dicanangkan Attaturk, maka semua itu sudah cukup baginya untuk diajukan ke pengadilan dan dijatuhi hukuman mati bersama tiga menterinya.

Setahun kemudian dan melalui pemilu yang demokratis, Partai Rakyat Republikan menduduki kekuasaan dan Ismet Inonu pun berkuasa kembali.

[adinserter name=”Block 1″]

Ia digantung menyusul kudeta tahun 1960 bersama dengan 2 anggota kabinet lain, Fatin Rüştü Zorlu dan Hasan Polatkan. Ia merupakan pemimpin politik terakhir di Turki yang digantung setelah kudeta militer.

29 tahun setelah kematiannya, parlemen Turki menjelaskan apa-apa yang terjadi antara mereka dan Adnan, serta memaafkan dia.

Di Istambul, sebuah mausoleum dibangun untuk mengenang dirinya. Di Aydin, ada satu universitas yang memakai namanya dan di Izmir ada satu bandara yang juga memakai namanya, yaitu Bandara Adnan Menderes, untuk mengenang pribadi Adnan.

[adinserter name=”Block 1″]

Kisah perjuangannya dalam membangun Islam di Turki memerlukan perjuangan yang amat sulit. Pemikiran Adnan menjadi inspirasi bagi penerusnya seperti Necmettin Erbakan dan kini Erdogan. [Sumber: Erdogan Muadzin Istanbul Penakluk Sekulerisme Turki, Syarif Taghian]

4.3 4 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Baca juga: Janji sederhana di balik kemenangan Adnan Menderes […]

error: Content is protected !!
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: