Rabu, Agustus 10, 2022
Eropa

Kemampuan drone Bayraktar TB2 hadapi alutsista Rusia bikin heran pengamat

drone Bayraktar TB2
Bayraktar TB2 Turki

TURKINESIA.NET – KIEV. Drone Bayraktar TB2 buatan Turki sangat diandalkan oleh Ukraina dalam menghambat konvoi militer Rusia ke negaranya. Sejauh ini, drone canggih itu terbukti efektif dan menimbulkan pertanyaan, kok bisa Rusia tidak mampu menjinakkannya? Hal ini bikin heran beberapa pengamat.

Angkatan Udara Ukraina telah melakukan dua serangan pesawat tak berawak pada target Rusia menggunakan Bayraktar TB2 itu. Kedutaan Besar Ukraina merilis rekaman konvoi Rusia yang memperlihatkan puluhan kendaraan hancur berkeping-keping kena rudal dari drone di kota Chornobaivka.

Pada Sabtu (26/2), pasukan Ukraina merilis video drone lain yang menunjukkan konvoi Rusia terkena serangan drone, kali ini di kota selatan Kherson.

Drone ini sebelumnya memang sudah sukses dioperasikan di konflik Libya sampai Suriah, namun baru kali ini dihadapkan dengan militer besar seperti Rusia dengan segala teknologi perangnya. Ternyata, drone ini berhasil memenuhi harapan Ukraina.

Beberapa pengamat meyakini bahwa adalah sebuah blunder bagi Rusia mengirimkan pasukan sebelum terlebih dahulu menjinakkan kekuatan udara Ukraina, termasuk drone ini.

Bayraktar TB2 berhasil menghancurkan konvoi Rusia karena Rusia belum mendapatkan supremasi udara. “Angkatan Udara Rusia telah memperoleh superioritas udara di beberapa area, namun belum di seluruh Ukraina,” kata Can Kaspoglu, pengamat militer dari EDAM.

“Di samping itu, militer Rusia memang sudah menghancurkan banyak basis udara Ukraina, namun sebagian masih punya landasan dan fasilitas yang dapat dioperasikan. Pesawat berawak dan tak berawak memang diserang, tapi tidak seluruhnya terganggu,” tambah dia.

Robert Lee dari Foreign Policy Research Institute menilai Rusia sebenarnya punya kemampuan untuk menghancurkan drone Bayraktar TB2 sebelum perang dimulai, namun tidak dilakukan entah karena alasan apa.

Baca juga  Demonstrasi menentang penjajahan Rusia atas Krimea berlangsung di Istanbul

“Belum lagi pertahanan udara untuk melindungi tentara di darat sepertinya tidak siap menghadapi drone Bayraktar TB2 ini. Tidak jelas mengapa demikian,” cetusnya, seperti dikutip detikINET dari Middle East Eye, Kamis (3/3/2022).

Terbang perdana pada tahun 2014, Bayraktar TB2 semakin mumpuni kemampuannya. Ia dapat membawa persenjataan sampai 150 kilogram dan melancarkan serangan terhadap tank ataupun bunker lawan.

Panjang drone ini 6,5 meter dan bentang sayapnya mencapai 12 meter. Selain menyerang musuh, Bayraktar TB2 bisa pula dimanfaatkan untuk misi pengintaian dari udara. Ia bisa terbang selama 24 sampai 25 jam di ketinggian maksimum 7.300 meter baik pada saat siang maupun malam hari.

Militer Turki sendiri sudah sering memakai Bayraktar TB2, antara lain untuk membantu mereka dalam melawan kaum militan di negaranya. Drone ini juga dilaporkan sukses besar saat menghancurkan 73 kendaraan perang di Suriah.

Beberapa waktu lalu, Ukraina dan Turki telah sepakat untuk mengembangkan produksi drone itu di Ukraina. Biaya pembuatannya sendiri senilai USD 5 juta per unitnya dan menjadi kebanggaan bagi Turki, di mana cukup banyak negara meminati dan memesannya.

Sumber: detik.com

 

votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: