Selasa, Oktober 4, 2022
Eropa

Kembangkan jet Tempest & drone tempur ala Turki, Inggris pangkas pembelian F-35 dari 138 jadi 48 unit

Kembangkan jet Tempest & drone tempur ala Turki, Inggris pangkas pembelian F-35 dari 138 jadi 48 unit - Turkinesia

TURKINESIA.NET – LONDON. Inggris akan mengurangi jumlah pembelian jet tempur F35B dari 138 menjadi hanya 48 jet. Sebuah laporan oleh Sunday Times mengatakan bahwa “pesanan untuk lebih dari 90 jet tempur F-35 Lightning akan dibatalkan demi pesawat tempur Tempest yang dibangun di Lancashire, sementara 24 jet tempur Typhoon yang lebih tua akan dihentikan lebih awal.”

Seluruh armada pesawat pada saatnya akan digantikan perannya oleh drone yang lebih umum, seperti diberitakan The Sunday Times.

Seorang pejabat yang juga dikutip oleh laporan tersebut mengatakan: “Banyak hal berubah dalam program jangka panjang ini. Kemampuan yang berbeda datang dan yang membuat hal-hal yang belum Anda beli menjadi usang atau mungkin Anda membutuhkannya lebih sedikit karena ancaman pun berubah.”

Keputusan akhir dan rincian terkait akan diungkapkan pada 16 Maret setelah “Tinjauan Terpadu”.

Sebagaimana dilansir Guardian, Inggris bermaksud mengalokasikan sebagian dari anggaran pertahanan untuk 5 tahun ke depan untuk mengembangkan drone, setelah terpengaruh oleh pengalaman Turki.

Inggris sebelumnya mengungkapkan rencananya untuk memulai program drone bersenjata baru setelah mempelajari keberhasilan drone Bayraktar TB2 Turki dalam konflik Nagorno-Karabakh, lapor surat kabar Guardian pada bulan Desember tahun lalu, mengutip pejabat Kementerian Pertahanan.

Laporan tersebut menyinggung keterjangkauan drone Bayraktar TB2, mengatakan bahwa masing-masing dari drone berharga antara 1 juta USD hingga 2 juta USD sementara drone lain yang sebelumnya dibeli oleh militer Inggris masing-masing berharga sekitar 20 juta USD.

Menteri pertahanan Inggris, Ben Wallace, sebelumnya juga memuji drone Bayraktar.

“Akar drone ini lahir dari inovasi Turki,” kata Wallace dalam webinar yang diselenggarakan oleh Royal United Services Institute for Defense and Security Studies (RUSI), sebuah wadah pemikir keamanan Inggris.

Baca juga  Lagi, Akinci sukses uji coba, bakal jadi drone paling mematikan

“Drone ini lahir dari inovasi Turki. (Awalnya) Turki dilarang mendapat akses ke program asing yang sangat bagus, mereka (Turki) lalu melakukan apa yang dulu kami (Inggris) lakukan dengan sangat baik – mereka berinovasi,” kaat Wallace.

Wallace menambahkan Bayraktar TB2 memiliki kemampuan yang mampu menghadirkan tantangan yang nyata bagi musuh. “TB2 dan senjata yang menyertainya menggabungkan kemampuan teknis dengan keterjangkauan. Itu berarti komandan mereka (Turki) dapat mengesampingkan kekurangannya namun tetap menghadirkan tantangan nyata bagi musuh,” kata Wallace.

Dia menambahkan, pihak Barat cenderung membagi konflik menjadi dua jenis yakni pertempuran, yang berarti saling jual-beli tembakan, dan ketegangan sebelum pertempuran benar-benar terjadi.

“Padahal sebenarnya konflik hari ini biasanya dilakukan melalui aktivitas tanpa adanya kekerasan tetapi tidak diragukan lagi, aktivitasnya saling bermusuhan,” jelasnya Wallace.

Dia mengakui bahwa pembagian konflik menjadi dua jenis merupakan pendekatan yang biasa pihak Barat lakukan. “Ini membuat kami sangat rentan terhadap mereka yang tidak bermain dengan aturan yang sama, terutama pada tahap ketegangan sebelum pertempuran benar-benar terjadi,” sambung Wallace.

Wallace juga menekankan bahwa langkah yang dibuat oleh musuh Inggris berada pada domain baru dan domain mereka tidak terjadi secara kebetulan.

“Mereka adalah hasil dari pendekatan yang dipelajari terhadap kekuatan dan kelemahan kami. Mereka cair, kami statis,” tambah Wallace. “Mereka menggunakan kesiapan, inovasi, dan kehadiran, sementara kami tetap sepenuhnya dapat diprediksi dalam proses dan postur kami,” imbuhnya.

Jet F35B adalah versi short take-off and vertical-landing (STOVL) dari Lockheed Martin F-35 Lightning II, sebuah varian pesawat tempur siluman multiperan berkursi tunggal, bermesin tunggal dan segala cuaca.

Mitra program pengembangan jet F35 yang dipelopori oleh AS, termasuk sekutu NATO serta sekutu dekat AS, termasuk Inggris, Australia, Kanada, Italia, Norwegia, Denmark, Belanda, dan Turki sebelum negara itu dikeluarkan secara sepihak oleh AS.

Baca juga  Kepala Pertahanan Arab Saudi kunjungi pangkalan udara Yunani

Sementara itu, Eurofighter Typhoon adalah pesawat tempur Eropa bermesin ganda, sayap delta canard dan multiperan. Dikembangkan oleh British Aerospace.

Sumber: Daily Sabah, TRT

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Ayam jantan dari timur
Ayam jantan dari timur
1 year ago

Pesawat tempur f35 belum layak di Medan tempur. Sering bermasalah dan sering jatuh dan mahal lagi..
Mending TURKI 🇹🇷 lanjutkan program pesawat tempur generasi ke 5nya TF-X. Kesuksesan TURKI memproduksi drone canggih udah terbukti dan membuat musuh2nya tak berkutik di bombardir sm drone TURKI 🇹🇷.. bahkan saat ini drone TURKI jadi andalan NATO & PBB..

error: Content is protected !!
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: