Kamis, Juni 30, 2022
Peristiwa

Komunitas Muslim berkumpul di Istanbul bahas persatuan kalender Islam

Komunitas Muslim berkumpul di Istanbul bahas persatuan kalender Islam - Turkinesia

TURKINESIA.NET – ISTANBUL. Para ilmuwan, pakar dan cendekiawan Islam berkumpul di Istanbul pada hari Minggu untuk berusaha mengakhiri perselisihan mengenai penanggalan berdasarkan kalender Islam.

Diselenggarakan bersama oleh Dewan Tinggi Urusan Agama Kepresidenan Urusan Agama Turki (Diyanet) dan Dewan Eropa untuk Fatwa dan Penelitian, kongres tersebut mengikuti upaya pada tahun 2016 yang juga diselenggarkan di Turki, untuk memastikan kalender terpadu untuk waktu sholat dan hari libur keagamaan dalam Islam. Silaturahmi 2016 berhasil menghasilkan pernyataan kesatuan kalender, meski pelaksanaannya tidak berlangsung di beberapa negara.

Berbicara pada pembukaan acara di sebuah hotel Istanbul, ketua Diyanet profesor Ali Erbaş mengatakan dia berharap Kongres Waktu Shalat Internasional akan mencapai kesimpulan yang akan meminimalkan perbedaan dan ketidaksepakatan dalam waktu shalat. Dia mengatakan mereka telah bekerja untuk persatuan dan kesatuan kalender Islam terkait waktu shalat sejak 2016.

“Masalah waktu shalat dan puasa bukanlah hal baru, tetapi sangat krusial. Sungguh mengkhawatirkan melihat perbedaan yang signifikan dalam praktik waktu shalat, yang merupakan ekspresi agama yang paling jelas dan bentuk ibadah yang paling mendasar. Di sini, para ilmuwan dari negara-negara Eropa dan Islam akan membahasnya dan mencapai kesimpulan,” katanya.

Ali Al-Qaradaghi, seorang cendekiawan terkemuka yang menjabat sebagai sekretaris jenderal Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional, mengatakan pada peresmian kongres bahwa acara tersebut adalah hasil dari empat tahun kerja dan bahwa sebuah komite ilmiah akan mengarahkan masalah tersebut.

“Kita berbicara tentang suatu hal yang menunjukkan betapa luasnya cakupan Islam. Orang-orang melihat Muslim tidak setuju satu sama lain dalam segala hal. Namun kami sadar bahwa setiap perbedaan pendapat sebenarnya adalah berkah. Misalnya, selama kunjungan saya ke sebuah kota kecil di Swiss, saya menemukan sebuah keluarga Muslim dengan 16 kalender Islam yang berbeda. Setiap anggota keluarga mengikuti kalender yang berbeda,” katanya.

Baca juga  Nenek Turki berusia 116 tahun sembuh dari Covid-19

Al-Qaradaghi mengatakan kongres itu menangani masalah baik dari segi astronomi dan dari segi fiqh atau yurisprudensi Islam.

Sumber: Daily Sabah

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] “Aku hanya berjualan barang kerajinan Indonesia. Itulah keahlian saya” ujar suami dari Bu Markilah asal Pasuruan Jawa Timur saat dikunjungi Konjen RI Herry Sudradjat di tokonya hari Rabu 8 Maret 2017 di daerah pusat belanja Eminönü, Istanbul. […]

error: Content is protected !!
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: