Senin, Oktober 3, 2022
Bangsa Turk

Lembaga HAM Turki: Penindasan China terhadap Uighur tidak akan membawa perdamaian

Lembaga HAM Turki: Penindasan China terhadap Uighur tidak akan membawa perdamaian - Turkinesia

TURKINESIA.NET – ANKARA. China harus menghentikan pelanggaran hak asasi manusia, kerja paksa dan kekerasan terhadap Uighur Turki, kata seorang pejabat hak asasi manusia Turki, Selasa.

Ia menyebut sikap China itu tidak akan membawa perdamaian bagi negara tersebut.

Süleyman Arslan, ketua Lembaga Hak Asasi Manusia dan Kesetaraan Turki mengatakan kepada Anadolu Agency (AA) bahwa merundingkan masalah dan menangani masalah yang terabaikan tidak merugikan siapa pun.

Di samping mencari solusi bersama untuk masalah yang dihadapi oleh semua warga negara dapat bermanfaat bagi semua orang, tambahnya.

“Ini berlaku untuk Turki, China, setiap negara. Penting untuk menemukan solusi bersama. Tapi sayangnya, orang tidak mau sampai ke titik itu,” katanya.

“Ada dua masalah mendasar tentang hak asasi manusia di dunia. Yang pertama adalah tidak menghargai perbedaan budaya dan yang lainnya adalah masalah standar ganda, ketidaktulusan,” kata Arslan.

“Apa yang dapat kami katakan tentang China adalah bahwa mereka tidak ingin populasi Muslim bertambah, seperti yang dapat kami amati karena kami melihat bahwa masjid mereka dihancurkan.”

Dia menekankan bahwa bukan rahasia lagi orang-orang melarikan diri dari Tiongkok.

“Saya bertemu seseorang di sini, misalnya. Setelah mengetahui bahwa dia akan dibawa (ke kamp oleh pasukan Tiongkok), dia segera melarikan diri, meninggalkan istri dan anak-anaknya.”

Arslan berharap kondisi di China membaik.

“Sama seperti China yang mencoba memperbaiki reputasinya dengan gambar dan pemandangan indah yang menunjukkan warga berjalan di jalanan setelah pandemi Covid-19… Kami ingin melihat pemandangan indah dari Turkistan Timur. Kami ingin melihat masjid dibangun, berita tentang rasa kebahagiaan baru populasi Muslim di sana dibagikan.”

Sikap China terhadap Uighur adalah pelanggaran berat hak asasi manusia, tegasnya. Arslan mengatakan, “pendekatan semacam ini tidak membawa perdamaian atau kebahagiaan ke suatu negara. Tidak ada negara yang bisa mencapai kemakmuran melalui kekerasan terhadap komunitas lain.”

Baca juga  Sukses Jambore Start Up pertama, perusahaan Indonesia & Turki lakukan pembicaraan lanjutan

Lembaga Hak Asasi Manusia dan Kesetaraan adalah lembaga semi-peradilan yang berbasis di Ankara. Didirikan pada April 2016, lembaga ini bertindak untuk melindungi dan meningkatkan hak asasi manusia dan memerangi diskriminasi berdasarkan 15 kriteria, termasuk ras, jenis kelamin, usia, bahasa dan kepercayaan, serta dan memerangi penyiksaan dan pelecehan.

Lembaga tersebut sering memeriksa panti jompo, penjara, pusat penahanan, rumah sakit jiwa, pusat repatriasi, pusat pengungsian sementara dan banyak fasilitas lainnya untuk mendeteksi dan mencegah kekerasan, penyiksaan, pelecehan atau pelanggaran hak.

Sumber: Anadolu Agency English

votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: