Minggu, Agustus 14, 2022
Islamophobia

Majalah Charlie Hebdo kembali hina Nabi Muhammad, Presiden Prancis sebut sebagai kebebasan pers

Majalah Charlie Hebdo kembali hina Nabi Muhammad, Presiden Prancis sebut sebagai kebebasan pers - Turkinesia

TURKINESIA.NET – PARIS. Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak untuk mengecam keputusan majalah satir Prancis Charlie Hebdo untuk menerbitkan ulang kartun serangan penghinaan terhadap Nabi Muhammad. Macron mengatakan bahwa itu bukan tempatnya untuk memberikan penilaian atas keputusan majalah tersebut.

Macron, berbicara dalam kunjungannya ke Lebanon, mengatakan bahwa negaranya memiliki kebebasan berekspresi, termasuk kebebasan pers, sehingga sebagai presiden, ia tak memiliki kapasitas untuk memberikan kecaman atas pilihan redaksional sebuah majalah.

“Tidak pernah menjadi tempat presiden Republik untuk memberikan penilaian atas pilihan editorial jurnalis atau ruang redaksi, tidak pernah. Karena kami memiliki kebebasan pers.”

Turki kecam Macron atas pernyataan Islamofobia

“Di Prancis ada kebebasan mengecam yang melekat pada kebebasan hati nurani. Saya ada untuk melindungi semua kebebasan ini. Di Prancis, orang bisa mengkritik presiden, gubernur, penistaan,” katanya.

Ia juga memberikan penghormatan bagi para korban serangan yang terjadi pada Januari 2015 lalu.

“Kita semua memikirkan korban yang ditembak secara pengecut karena mereka menggambar, menulis, mengoreksi, ada untuk membantu, untuk menyampaikan”

”Charlie Hebdo itu hidup dan akan terus hidup,” kata Macron, seperti dikutip BBC.

Macron mengatakan majalah itu telah lahir kembali setelah tragedy ”Anda bisa membunuh pria dan wanita namun tak bisa membunuh ide-ide mereka” katanya.

Erdogan kembali kecam Macron : Anda menabur, Anda menuai

Pada 7 Januari 2015 dua pria memaksa masuk ke kantor Charlie Hebdo di Paris, Prancis dan membunuh 12 orang juga melukai 11 lainnya. Orang-orang bersenjata itu mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota kelompok Islam. Ketika meninggalkan lokasi mereka dilaporkan berteriak telah “membalaskan dendam untuk Nabi” dan membunuh seorang polisi yang terluka.

Meski menolak untuk mengecam kartun Nabi, Macron juga mengatakan penting bagi warga Prancis untuk menghindari dialog kebencian.

Baca juga  Menlu UEA membela Macron: Muslim harus dengar baik-baik, Macron benar

Charlie Hebdo menerbitkan ulang karikatur Nabi Muhammad, yang memicu gelombang kemarahan di dunia Muslim, untuk menandai dimulainya persidangan atas 14 orang yang diduga memberi bantuan logistik dan materi untuk penyerangan tersebut. Mereka terancam hukuman 10 tahun penjara dan seumur hidup jika dinyatakan bersalah.

Erdogan balas kritikan Marcon kepada NATO: Periksa kematian otakmu

Sebelum serangan ke kantor Charlie Hebdo, militan online telah memperingatkan majalah tersebut akan menanggung akibat atas terbitnya kartun penghinaan. Serangan yang dimulai pada 7 Januari 2015 itu memicu serangkaian serangan militan di tanah Prancis, termasuk pembunuhan “lone wolf” oleh orang-orang yang dikatakan terinspirasi oleh kelompok teroris Daesh yang telah merenggut lebih dari 250 nyawa.

Charlie Hebdo edisi Rabu dicetak tiga juta eksemplar untuk seluruh dunia. Biasanya, mereka hanya mencetak 60 ribu eksemplar dan laku setengahnya. Kali ini, majalah terjual habis hanya dalam hitungan jam.

Pihak editorial mengindikasikan akan mencetak kembali lima juta eksemplar setelah melihat antusiasme pasar. Laku kerasnya Charlie Hebdo kali ini salah satunya karena mereka mengusung isu mereka yang bertahan. Pada editorialnya pekan ini, Charlie Hebdo mengatakan kartun Nabi itu sudah menjadi “milik sejarah dan sejarah tidak bisa ditulis ulang atau dihapus”.

Marcon bela majalah Perancis yang hina Erdogan, begini reaksi Menlu Turki

Keputusan untuk menerbitkan ulang kartun tersebut dipandang sebagai provokasi baru oleh sebuah majalah yang telah lama menghendaki serangan satirnya terhadap agama. Di antara kartun-kartun itu, yang sebagian besar pertama kali diterbitkan oleh surat kabar Denmark pada tahun 2005 dan kemudian oleh Charlie Hebdo setahun kemudian, adalah salah satu Nabi Muhammad yang mengenakan sorban berbentuk bom dengan sumbu yang menyala.

Baca juga  Diserang anggota Neo-Nazi, gadis Turki malah dikasari polisi Jerman saat minta bantuan

Bagi umat Muslim, penggambaran apapun atas Nabi Muhammad dianggap sebagai penistaan.

“Kebebasan untuk menggambar karikatur dan kebebasan untuk tidak menyukainya (sama-sama) dilindungi, dan tidak ada satupun hal yang membenarkan kekerasan,” kata Dewan Keimanan Muslim Prancis dalam cuitan di Twitter, merespons keputusan penerbitan ulang kartun Nabi.

 

Turki kecam larangan jilbab di Prancis

 

Menlu Turki tanggapi pernyataan Presiden Prancis: “Hubungan Turki-Rusia terlalu kuat untuk dipatahkan oleh Marcon”

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
3 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Majalah Charlie Hebdo kembali hina Nabi Muhammad, Presiden Prancis sebut sebagai kebebasan pers […]

trackback

[…] Majalah Charlie Hebdo kembali hina Nabi Muhammad, Presiden Prancis sebut sebagai kebebasan pers […]

trackback

[…] serangan ke kantor Charlie Hebdo, militan online telah memperingatkan majalah tersebut akan membayar akibat penerbitan kartun Nabi […]

error: Content is protected !!
3
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: