Rabu, Oktober 5, 2022
Kontra-teror

Mandagri Turki: 414.000 pengungsi Suriah telah pulang berkat keberhasilan operasi lintas perbatasan

Mandagri Turki: 414.000 pengungsi Suriah telah pulang berkat keberhasilan operasi lintas perbatasan - Turkinesia

TURKINESIA.NET – ANKARA. Keberhasilan operasi lintas perbatasan Turki telah memungkinkan kembalinya lebih dari 414.000 pengungsi Suriah, kata Menteri Dalam Negeri Süleyman Soylu pada hari Kamis.

“Tekanan di lapangan yang kami terapkan pada PKK, Daesh dan afiliasinya, perjuangan kami melawan terorisme di dalam negeri, menunjukkan dengan jelas bahwa keamanan kami, pada dasarnya, dimulai dari perbatasan kami,” kata Soylu saat berbicara dalam lokakarya evaluasi satuan tugas Suriah di distrik Ayvalık di provinsi Balıkesir.

Suriah telah dilanda perang sipil sejak awal 2011 ketika rezim Bashar Assad menindak pengunjuk rasa pro-demokrasi dengan kekerasan. Ratusan ribu orang telah tewas dan lebih dari 10 juta mengungsi, menurut perkiraan PBB.

Sejak 2016, Turki telah meluncurkan empat operasi anti-teror yang berhasil melintasi perbatasannya di Suriah utara untuk mencegah pembentukan koridor teror dan memungkinkan penyelesaian damai oleh penduduk setempat. Empat operasi tersebut adalah Perisai Efrat pada 2016, Ranting Zaitun pada 2018, Mata Air Perdamaian pada 2019 dan Perisai Musim Semi pada tahun 2020.

Terkait serangan teroris dan kematian dari pihak Turki pada 2015 dan 2016, Soylu berkata, “Kami kehilangan 100 orang pada 10 Oktober 2015; 29 pada 17 Februari 2016; 36 pada 13 Maret 2016; 16 pada 12 Mei 2016; 46 pada 28 Juni 2016; 57 pada 20 Agustus 2016; 46 pada 10 Desember 2016; 39 pada 31 Desember 2016.”

“Total korban jiwa dalam delapan serangan yang terjadi dalam 14 bulan ini adalah 369 orang, sementara (korban) ini tidak terjadi (dalam operasi militer) di Irak, yang secara de facto dibagi menjadi tiga, atau di Suriah, yang telah mengalami perang sipil selama sembilan tahun, maupun di Afghanistan, yang telah dikaitkan dengan terorisme selama 20 tahun,” kata Soylu.

Baca juga  Menhan: Turki satu-satunya negara NATO yang perangi ISIS dalam pertempuran jarak dekat

“Semua ini terjadi di negara kita,” lanjutnya, menekankan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh organisasi teroris internasional yang didukung oleh negara asing.

“Sayangnya, peradaban yang berkembang di abad ke-21 telah menjadi penulis naskah dan direktur teror serta ketidakstabilan di Timur Tengah,” katanya.

“Berkat keamanan yang diperoleh dari operasi militer kami, sebanyak 414.061 warga Suriah bersedia kembali ke negara mereka,” kata Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu.

Menurut badan pengungsi PBB, Turki saat ini menampung sekitar 3,6 juta pengungsi Suriah.

Turki sering menyuarakan bahwa untuk membangun stabilitas dan normalisasi jangka panjang di Suriah, kembalinya pengungsi Suriah ke kampung halaman mereka sama pentingnya dengan perang melawan terorisme.

Setelah Operasi Mata Air Perdamaian terbaru yang diluncurkan pada 9 Oktober, upaya untuk membersihkan bom dan alat peledak rakitan diluncurkan untuk menciptakan lingkungan yang damai dan stabil guna kembalinya pengungsi, dan tugas administratif diberikan kepada dewan lokal.

Sumber: Daily Sabah

5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: