Sabtu, Juli 2, 2022
Indonesia-Turki

Masjid Agung Al Hidayah; Hagia Sophia Indonesia

masjid-agung-al-hidayah-berdiri-megah-di-dusun-donowarih-desa-karangan-kecamatan-karangploso-kabupaten-malang-bangunan-masjid--4
Masjid Agung Al Hidayah; Hagia Sophia Indonesia

TURKINESIA.NET – SURABAYA. Masjid Agung Al Hidayah berdiri megah di Dusun Donowarih, Desa Karangan, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Bangunan masjid ini mirip Hagia Sophia atau Aya Sofya, tempat ibadah di Istanbul, Turki.

Terletak di tepi Jalan Raya Karangan, masjid melengkapi kubah besar dan menara tinggi menunjukkan kemegahan bangunan. Sementara warna kecokelatan dan ornamen yang khas membuat masjid sangat mirip Hagia Sophia.

Kubah utama didukung 16 kubah lebih kecil yang tersusun sedemikian rupa. Beberapa juga terlihat kubah separuh lingkaran yang berada di sudut-sudut puncak masjid. Masjid terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama digunakan untuk tempat wudhu dan kamar mandi, sementara lantai dua dan tiga digunakan untuk ruang salat serta kajian-kajian Islam.

Hingga saat ini pembangunan masjid masih berjalan dengan sumber dana sepenuhnya dari masyarakat. Masjid yang berada di komplek pesantren mulai dibangun tahun 2008 lalu.

Saat memasuki Masjid Al Hidayah, disambut ukiran dan ornamen yang menarik dan layar televisi LED di area bawah bangunan. Kaligrafi-kaligrafi estetik menghiasi dinding dan kubah-kubah masjid. Desain kubah yang artistik serupa Hagia Sophia bikin siapa saja akan kagum melihatnya.

Tak hanya kubah, jendela, pintu masjid, hingga lampunya pun mirip dengan bangunan kuno peninggalan Kekaisaran Kristiani Bizantium di Istanbul.

Sekretaris Masjid Agung Al Hidayah, Anas Firdaus menjelaskan masjid ini empat kali direnovasi sejak dibangun pada masa penjajahan Belanda. Renovasi terakhir dimulai pada 2008 dan bertahan hingga kini.

“Kalau pendiriannya memang belum jelas, yang jelas masjid ini sudah ada sejak zamannya Belanda. Hingga kini sudah empat kali direnovasi, seperti di tahun 2008 yang memerlukan waktu 10 tahun hingga berdiri seperti ini,” ujarnya saat berbincang dengan detikcom, Selasa (4/5/2021).
Anas mengatakan, arsitek yang merancang desain renovasi Masjid Agung Al Hidayah pada 2008 adalah Thalib. Ia sengaja mendesain Masjid Agung Al Hidayah menyerupai Hagia Sophia. Menurut Anas, Pak Thalib merupakan seniman dan ingin mendesain bangunan masjid yang pernah ada di Malang.

Baca juga  Bosphorus Summit, Dubes Iqbal tawarkan solusi ekonomi digital

“Pak Thalib, kebetulan dia juga seniman, dia ingin membuat masjid yang tidak ada yang menyamai di Malang. Jadi dibuat berbeda, dan Insya Allah masjid ini yang hampir mirip seperti Hagia Sophia,” tutur Anas.

Saat renovasi besar-besaran pada 2008, masjid dibongkar total. Awalnya masjid ini hanya berupa bangunan berdinding anyaman bambu atau besek, lalu mulai direnovasi tahun 1988 lalu. Barulah pada 2008, pengurus memutuskan menggunakan bata pada struktur bangunan masjid.

“Masjid awal masih berupa besek anyaman bambu, setelah itu diperbaiki lagi menggunakan bata. Setelah tahun 1988, direnovasi terakhir tahun 2008. Jadi tahun 2008 mulai nol, dibongkar total,” katanya.

“Untuk pembongkarannya tidak secara langsung, jadi bertahap pembongkarannya, selama pembangunannya, tidak pernah tidak digunakan untuk salat, walaupun dalam pembongkarannya tetap digunakan untuk salat,” sambung Anas.

Dengan renovasi yang memakan waktu 10 tahun, ‘Hagia Sophia’ ini dapat menampung jamaah mencapai 700 orang, di tiga dua lantai bangunan masjid. Keindahan bangunan dan struktur bangunan membuat banyak warga sekedar mampir untuk salat.

Sumber: Detik.com

votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: