Sabtu, Agustus 20, 2022
Kontra-teror

Mata-mata Yunani akui semua aktivitasnya di Turki

mata-mata Yunani
mata-mata Yunani

TURKINESIA.NET, ANKARA – Mata-mata Yunani, Mohammed Amar Ampara, ditangkap pada 26 Juni dengan tuduhan “bekerja untuk dinas intelijen Yunani EYP,” telah mengakui semua kegiatan spionasenya di dalam Turki dalam kesaksiannya, menurut pernyataan penyiar nasional swasta Turki CNN Türk.

Menurut stasiun TV itu, mata-mata Yunani memberikan semua informasi dari tiga kontaknya di EYP kepada petugas Turki.

Organisasi Intelijen Nasional Turki (MİT) menahan Ampara pada 25 Juni dan media lokal menerbitkan foto seorang pria berusia 50-an atau 60-an dengan tangan terborgol.

Menurut sumber Turki, Ampara terlibat dalam pengumpulan informasi tentang pengerahan unit perbatasan militer Turki, serta informasi tentang penduduk Suriah-Turki dan orang Turki yang melarikan diri ke Yunani setelah upaya kudeta 2016 di Turki.

Ampara beroperasi dengan menyamar sebagai pengusaha selama perjalanannya ke Turki, kata sumber keamanan.

CNN Türk pada 27 Juni mengumumkan bahwa mata-mata Yunani itu mengakui semua aktivitasnya di dalam Turki.

Menurut CNN Türk, ia lahir di Suriah dan lulusan fakultas pertanian dari sebuah universitas di Suriah.

Ia menikah dan memiliki empat anak. Ampara pergi ke Yunani pada 1986 untuk bekerja di pabrik marmer dengan bantuan kakak laki-lakinya.

Pada waktunya, “unit intelijen Yunani menghubunginya” dan memintanya untuk “melakukan spionase di Turki,” kata CNN Türk.

Menurut laporan TV, istri Ampara masih di Suriah, tinggal di wilayah yang dikuasai ISIS. Selain itu, dia “bekerja di lembaga pendidikan yang dijalankan oleh ISIL.”

“Saya telah memasuki Suriah setidaknya 10 kali atas perintah intelijen Yunani dan menyerahkan uang kepada istri saya. Saya memberi tahu semua langkah saya di Suriah kepada intelijen Yunani,” lapor CNN Türk, mengutip Ampara.

Baca juga  Turki: Melawan ISIS tidak bisa menang dengan bantuan kelompok teroris lain

Apa yang dia informasikan dari perbatasan adalah apakah pejabat Turki bertindak buruk terhadap migran Suriah.

Membawa uang kepada seorang pemimpin ISIL adalah tuduhan lain tentang Ampara yang diangkat oleh stasiun TV.

Satu tuduhan lain tentang mata-mata Yunani adalah bahwa provinsi selatan Mersin adalah kota yang diminta oleh intelijen Yunani untuk dijadikan fokus.

“Dia sedang melakukan penelitian tentang alamat beberapa orang yang mulai tinggal di kota,” catat CNN Türk, tanpa memberikan detail tentang identitas orang-orang ini.

Penangkapan itu terjadi di tengah ketegangan baru antara Turki dan Yunani.

Sumber: Hurriyet Daily News

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: