Senin, Agustus 15, 2022
Kolom

Menolak klaim Yahudi terhadap Al-Quds

Menolak klaim Yahudi terhadap Al-Quds - Turkinesia

Tulisan ini adalah terjemahan bebas dari video penjelasan Dr. Muhammad Imarah rahimahullah (Anggota Hai’ah Kibar Ulama Al-Azhar) sebagaimana terdapat di link berikut: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10165035448335548&id=525050547

Kota Al-Quds didirikan oleh bangsa Arab Yebus -+4000 SM(40 abad sebelum Masehi). Bangsa Yahudi selalu mengklaim bahwa merekalah yang berhak untuk menguasai Al-Quds.

Lalu apa itu ajaran Yahudi? Yahudi (pada awalnya) adalah syari’at Nabi Musa as. yang lahir, tumbuh, belajar, diutus menjadi Rasul, meninggal dan dikuburkan di Mesir tanpa pernah kedua matanya melihat Al-Quds dan Palestina. (Sejatinya, bangsa Mesir bukanlah bangsa Arab, tapi bangsa yang diarabkan. Karena bangsa Arab asli adalah mereka yang mendiami Yaman, Hijaz (Saudi sekarang), Syam dan Hirah; sebuah wilayah di selatan Irak).

Nabi Musa as. hidup pada abad 13 SM. Artinya apa? Kota Al-Quds telah menjadi kota Arab 27 abad sebelum Nabi Musa dan ajaran Yahudi lahir.

Orang Yahudi kemudian mengklaim bahwa mereka adalah keturunan Nabi Ishak (putra Nabi Ibrahim) yang mendiami Palestina.

Baik, Nabi Ibrahim hidup abad ke 19 SM. Artinya, Al-Quds adalah kota Arab 21 abad sebelum Nabi Ibrahim as. Inilah sejarah Al-Quds. Jika digabung 40 abad SM sejak pertama kali dibangun dan 20 abad Masehi sampai saat ini maka umur Al-Quds sebagai kota Arab adalah 60 abad.

Kaum Yahudi lalu mengklaim bahwa mereka pernah hidup di Palestina sebelum Masehi.

Ya, mereka pernah memasuki dan menyerang Al-Quds sebagai penjajah dan melakukan genosida sebagaimana tercatat dalam perjanjian lama. Sejarah mencatat bahwa Bangsa Yahudi sepanjang sejarah hanya mendiami Al-Quds sekitar 400 tahun yaitu pada abad ke 10 SM pada masa Nabi Daud as. dan Nabi Sulaiman as. Artinya, Al-Quds telah menjadi kota Arab 30 abad sebelum bangsa Yahudi menguasai Al-Quds.

Baca juga  Saudi dan Ikhwan: Dari kemesraan sampai perseteruan

Ini juga berarti bahwa umur bangsa Yahudi di Palestina yang hanya sekitar 400 tahun hanya setengah atau bahkan bisa lebih kurang dari umur umat Islam di Spanyol yang pernah menguasainya selama 8 abad. Apakah umat Islam juga berhak untuk mengklaim bahwa Andalusia adalah tanah air mereka?

Sejarah ini perlu dijelaskan terutama untuk membantah klaim para sejarawan Yahudi dan organisasi pembela Yahudi yang selalu mengklaim sebagai pemilik Al-Quds. Karena sejatinya Al-Quds adalah kota Arab selama 60 abad. Dan keberadaan bangsa Yahudi di Palestina sepanjang sejarahnya hanyalah sekitar 4 abad.

Penerjemah: Diterjemahkan secara bebas oleh Taufik M Yusuf, MA., alumni Khartoum International University, Sudan.

4.4 14 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: