Senin, Agustus 8, 2022
Tokoh

Mohammed Al-Zawari: Ilmuan Tunisia pencipta drone untuk Brigade Al-Qassam

Mohammed Al-Zawari

TURKINESIA.NET – TOKOH. Brigade Al-Qassam punya banyak satuan. Di dalamnya ada satuan roket. Ada satuan industri dan inovasi teknologi. Dan mungkin juga satuan-satuan yang lain.

Tak banyak informasi yang diungkapkan ke publik. Tuntutan keamanan tinggi menuntut Hamas menyembunyikan semua kemampuannya, namun tahu-tahu saat perang dengan Israel Hamas mengeluarkan senjata-senjata hasil inovasi teknologinya.

Kasus Rudal Ayyasy 250 yang baru lalu contohnya. Tahu-tahu ditembakkan ke bandara internasional Ramon. Dan Israel pun dibuat kaget. Militer Israel seperti disetrum gelombang kejut.

Satuan industri (tashni’) dan inovasi teknologi dari Brigade Al-Qassam punya banyak proyek penciptaan dan pengembangan senjata. Diantaranya adalah kapal selam tanpa awak dan pesawat terbang tanpa awak (drone).

Apakah Brigade Al-Qassam punya kemampuan teknologi itu? Jawabnya tentu saja punya. Karena diantara dhobith atau qiyadah Brigade Al-Qassam ada yang menguasai teknologi tersebut.

Adalah Mohammed Al-Zawari yang menjadi arsitek dan pemimpin proyek penelitian serta pengembangan kedua senjata itu. Mohammed Al-Zawari adalah insinyur dan ahli pesawat berkebangsaan Tunisia. Ia lahir Shofaqis (Sfax) tahun 1967.

Al-Zawari selama puluhan tahun hidup dalam pengasingan. Ia hidup berpindah-pindah dari satu negara Arab ke negara Arab lainnya. Tercatat ia pernah tinggal di Libya, Sudan, Saudi Arabia, Syria, Irak dan Lebanon.

Al-Zawari tinggal cukup lama di Suriah. Sekitar dua puluh tahun. Ia bekerja sebagai tenaga ahli pesawat di sana. Di sana pula ia menikah dengan gadis Syam.

Di Suriah, Al-Zawari menjalin kontak dan hubungan dengan Hamas. Hubungannya sangat dekat. Dan tahun 2006 Al-Zawari secara resmi bergabung dengan Brigade Al-Qassam.

Dalam Brigade Al-Qassam, Mohammed Al-Zawari mengepalai satuan penelitian dan pengembangan pesawat tanpa awak. Pesawat itu didedikasikan buat menolong dan membela “qodhiyyah Palestina.”

Baca juga  Janji sederhana di balik kemenangan Adnan Menderes

Jadi, teknologi pesawat tanpa awak Al-Qassam bukan dari Iran. Tapi hasil penelitian dan inovasi murni insinyur Arab dan qiyadah di Al-Qassam.

Bila melihat arsip-arsip jauh ke belakang, pesawat tanpa awak buatan Brigade Al-Qassam punya cangkokan teknologi dengan proyek pesawat tanpa awak Irak. Sebab Al-Zawari pernah bekerja sebagai musyrif (pimpinan) dalam tim yang didalamnya ada perwira-perwira senior dari militer Irak.

Mohammed Al-Zawari pernah memimpin tim insinyur-insinyur Brigade Al-Qassam berkunjung ke Pusat Penelitian Teknologi Iran. Di sana ia bertemu dengan ilmuan-ilmuan dan insinyur-insinyur Iran. Dan mereka dibuat takjub dengan keahlian Al-Zawari dalam penguasaan teknologi pesawat tanpa awak. Dan Al-Zawari menyatakan kesediaan untuk melatih insinyur-insinyur Iran.

Jadi, Brigade Al-Qassam bukan mendapat teknologi pesawat tanpa awak dari Iran. Tetapi teknologi itu berasal dari orang dalam dan asli Arab.

Tahun 2008, sebelum Perang Al-Furqon, Mohammed Al-Zawari bersama lini industri Al-Qassam berhasil memproduksi 30 pesawat tanpa awak di Gaza.

Antara tahun 2012 sampai 2013, Al-Zawari tinggal di Gaza. Selama sembilan bulan ia menyempurnakan proyek pengembangan drone yang dipimpinnya.  Dan hasilnya dalam Perang Al-Ashful Ma`kul 2014, drone-drone Al-Qassam digunakan dalam pertempuran melawan Israel.

Tentu saja dengan keahlian yang dimilikinya Mohammed Al-Zawari menjadi salah satu orang yang paling ditakuti Israel. Mossad pun ditugaskan memburu dan membunuhnya. Karena bila ia masih hidup maka Brigade Al-Qassam ke depannya akan memiliki drone-drone modern yang bisa membahayakan militer Israel.

Qadarullah. Tahun 2016 agen-agen Mossad berhasil membunuh Mohammed Al-Zawari di kota Shofaqis (Sfax) Tunisia. Al-Zawari di tembak di dalam mobilnya di pagi hari tepat di depan rumahnya tak lama setelah masuk kendaraan.

Semoga Allah Ta’ala memberikan rahmat-Nya pada Mohammed Al-Zawari dan menerimanya sebagai syahid.

Baca juga  Prototipe ke-3 drone tempur Akıncı selesai penerbangan perdananya

Sumber: Ustadz Hafidin Achmad Luthfie

 

 

4.3 4 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: