Minggu, Oktober 2, 2022
Eropa

Panas, sistem rudal S-300 Yunani mengunci jet tempur F-16 Turki

jet tempur F-16 Turki
jet tempur F-16 Turki

ANKARA – Radar sistem pertahanan rudal S-300 Yunani mengunci jet tempur F-16 Turki yang melakukan misi pengintaian di atas Mediterania Timur dan Laut Aegea.

Menurut media Turki, Anadolu Agency, jet tempur Ankara beroperasi di wilayah udara internasional saat dibidik sistem pertahanan rudal Athena pada Selasa pekan lalu.

Laporan yang mengutip sumber Kementerian Pertahanan Turki itu mengatakan jet tempur F-16 berada di ketinggian 3.000 meter (10.000 kaki) di sebelah barat pulau Rhodes Yunani ketika radar pelacak target S-300 buatan Rusia menguncinya.

Beruntung, sistem pertahanan rudal itu tidak melepaskan tembakan dan jet tempur Turki kembali ke pangkalannnya dengan selamat.

Media Turki itu menambahkan, penguncian oleh radar sistem rudal S-300 itu sebagai tindakan permusuhan di bawah aturan keanggotaan NATO.

Sementara itu, sumber Kementerian Pertahanan Yunani menepis tuduhan tersebut. “Sistem rudal S-300 Yunani tidak pernah mengunci jet F-16 Turki,” kata sumber tersebut, seperti dikutip stasiun televisi Ert yang dikelola pemerintah, Senin (29/8/2022).

Pekan lalu, Turki memanggil atase militer Yunani dan mengajukan keluhan kepada NATO setelah F-16 Yunani diduga mengganggu F-16 Turki yang melakukan misi untuk aliansi.

Anadolu Agency melaporkan pilot Yunani menempatkan pesawat Turki di bawah kunci radar di atas Mediterania Timur.

Turki memberikan tanggapan yang diperlukan dan memaksa pesawat Yunani meninggalkan daerah itu.

Namun, Yunani menolak peristiwa versi Turki. Kementerian Pertahanan-nya mengatakan lima jet Turki muncul tanpa pemberitahuan sebelumnya untuk menemani penerbangan pesawat pengebom B-52 Amerika Serikat–yang seharusnya tidak memiliki pengawalan pesawat tempur–melalui area yang berada di bawah kendali penerbangan Yunani.

Disebutkan bahwa empat jet tempur Yunani dikerahkan dan dikejar dari pesawat Turki.

Baca juga  Aidh Al Qarni fitnah Erdogan, kenapa?

Pihak Athena memberi tahu NATO dan otoritas AS tentang insiden tersebut.

Meskipun keduanya adalah anggota NATO, Turki dan Yunani memiliki perselisihan selama beberapa dekade atas berbagai masalah, termasuk klaim teritorial di Laut Aegea dan ketidaksepakatan atas wilayah udara di sana.

Perselisihan telah membawa mereka ke ambang perang tiga kali dalam setengah abad terakhir.

Ketegangan berkobar pada tahun 2020 atas hak pengeboran eksplorasi di wilayah Laut Mediterania, di mana Yunani dan Siprus mengeklaim zona ekonomi eksklusif, yang mengarah pada kebuntuan Angkatan Laut.

Turki menuduh Yunani melanggar perjanjian internasional dengan memiliterisasi pulau-pulau di Laut Aegea. Sedangkan Athena mengatakan pihaknya perlu mempertahankan pulau-pulau itu—banyak di antaranya terletak dekat pantai Turki—dari serangan potensial armada besar kapal pendarat militer Turki.

Turki mengatakan Yunani menempatkan pasukan di pulau-pulau di Laut Aegea yang melanggar perjanjian damai yang ditandatangani setelah Perang Dunia I dan II.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memutuskan dialog dengan Yunani setelah menuduh Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis melobi penjualan senjata AS ke negaranya.

Sumber: Sindonews

votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: