Senin, Agustus 15, 2022
Bangsa Turk

Pasukan Azerbaijan & Turki tetap bertahan menjaga keamanan bandara Kabul

Turki kecam Yunani yang tolak akui mufti terpilih di Trakia Barat - Turkinesia

TURKINESIA.NET – KABUL. Pasukan penjaga perdamaian Azerbaijan yang menjaga Bandara Internasional Kabul Afghanistan tidak berada dalam bahaya segera setelah Taliban mengambil alih ibukota pada hari Minggu, demikian diumumkan Kementerian Pertahanan Azerbaijan.

“Meskipun situasi tegang di kawasan itu, 120 orang unit penjaga perdamaian Angkatan Darat Azerbaijan terus melakukan tugasnya bersama dengan pasukan Turki untuk memastikan keamanan bandara,” kata kementerian itu.

Kemajuan cepat Taliban di seluruh negeri berakhir ketika kelompok itu merebut kekuasaan pada hari Minggu, saat pasukan pemerintah Afghanistan melarikan diri atau menyerah.

Sehari setelah Kabul jatuh ke tangan Taliban, ada adegan kekacauan di Bandara Internasional Hamid Karzai di kota itu ketika ratusan orang berkumpul untuk mendapatkan kesempatan naik pesawat ke luar negeri.

Situasi ini menyebabkan semua penerbangan komersial dari bandara dibatalkan.

Mantan Presiden Ashraf Ghani dan para pembantu dekatnya juga meninggalkan negara itu ketika gerilyawan menguasai istana kepresidenan.

Setelah keluarnya Ghani, mantan Presiden Hamid Karzai, politisi veteran Gulbuddin Hekmatyar, dan perunding perdamaian terkemuka Abdullah Abdullah membentuk dewan untuk memastikan kelancaran transfer kekuasaan.

 

Sekjen NATO berterima kasih pada Turki atas pengamanan bandara Kabul

Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg berterima kasih kepada Turki karena mengamankan bandara Kabul dan memungkinkan keberangkatan yang aman bagi mereka yang ingin meninggalkan negara itu.

“Fokus NATO saat ini adalah memastikan keberangkatan aman personel dari negara-negara sekutu dan mitra, dan warga Afghanistan yang telah membantu kami,” kata Stoltenberg pada konferensi pers setelah pertemuan aliansi itu pada Selasa.

Para duta besar NATO membahas situasi keamanan Afghanistan setelah Taliban mengambil alih ibu kota Kabul pada Minggu.

“NATO telah bekerja sepanjang waktu untuk mempertahankan operasi Bandara Internasional Kabul,” kata dia.

Baca juga  Tentara Azerbaijan membebaskan 6 desa lagi di Karabakh

Dia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada hampir 800 personel sipil NATO di bandara Kabul untuk menjalankan bandara.

“Izinkan saya juga berterima kasih kepada pasukan militer sekutu NATO. Secara khusus, Turki, Amerika Serikat, dan Inggris untuk peran vital dalam mengamankan operasi bandara Kabul,” kata Stoltenberg.

Perang antara pasukan Taliban dan Afghanistan telah meningkat ketika pasukan asing mengumumkan untuk mundur dari negara itu pada 11 September.

Taliban meraih kemajuan dengan cepat dan mengambil kendali atas ibu kota pada hari Minggu ketika pasukan pemerintah Afghanistan melarikan diri atau menyerah. Presiden Ashraf Ghani juga meninggalkan negara itu.

Sumber: AA, Yeni Safak

5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: